Berita

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto ketika berbicara sebagai Tamu Kehormatan dalam Hari Pendirian Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa malam, 8 September 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

Menteri Imipas:

Hubungan People-to-People Indonesia-Korea Utara Harus Semakin Erat

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 23:17 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemerintah Indonesia berharap  hubungan people-to-people antara Republik Indonesia dan Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara dapat lebih erat lagi di masa depan.  

Kedua negara memiliki modal kuat, berupa sejarah persahabatan dan kerja sama yang panjang, yang dibangun di atas ikatan kuat yang telah dirintis oleh Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung.

Demikian disampaikan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto ketika berbicara sebagai Tamu Kehormatan dalam Hari Pendirian Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa malam, 8 September 2026. 


“Selaku menteri yang membidangi urusan imigrasi, saya berharap kedua negara dapat menjajaki berbagai peluang untuk memfasilitasi interaksi antarwarga (people-to-people) yang lebih erat, guna memperkaya persahabatan kita yang hangat dan abadi,” kata Agus.

Resepsi Hari Pendirian RRD Korea berlangsung sederhana dan khidmat. Setelah menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Duta Besar RRD Korea Hong Kwang Il yang diikuti dengan sambutan Menteri Agus Andrianto. 

Hari Pendirian RRDK juga disebut sebagai Gu-gu-jeol atau Hari 9-9 yang menandai proklamasi berdirinya RRDK pada 9 September 1948 di bawah kepemimpinan Kim Il Sung.

Dalam sambutannya, Duta Besar Hong Hong Kwang Il menekankan program “pembangunan daerah 20x10” yang sedang digalakkan pemerintahan Korea Utara serta berbagai kebijakan yang berpihak pada generasi mendatang dan menjamin masa depan yang kuat bagi negara tersebut.

“Di tengah situasi internasional yang penuh ketidakpastian saat ini, kami terus memperkuat pertahanan mandiri yang tangguh demi melindungi kedaulatan, hak pembangunan, dan kepentingan keamanan nasional secara menyeluruh,” kata Hong.

Ia menegaskan bahwa Korea Utara, yang berlandaskan prinsip kemandirian, perdamaian, dan persahabatan, terus memperluas serta mengembangkan hubungan persahabatan dan kerja sama dengan semua negara yang menghormati kedaulatan dan bersikap bersahabat, sembari secara aktif berkontribusi terhadap perdamaian, keamanan, dan pembangunan dunia. 

“Republik Demokratik Rakyat Korea dan Republik Indonesia memiliki sejarah dan tradisi persahabatan yang panjang. Sejak menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1964 -- sekitar 60 tahun yang lalu -- kedua negara kita telah saling menghormati dan bekerja sama, serta memperluas kemitraan di berbagai bidang seperti politik, ekonomi, dan budaya,” kata Hong.

Sebagaimana di masa lalu, Korea Utara juga berkomitmen terus mempererat hubungan kerja sama yang bersahabat dengan Indonesia serta berupaya secara aktif demi kemajuan bersama dan peningkatan persahabatan antara rakyat kedua negara.

Dalam kegiatan itu, Menteri Agus Andrianto dan Dubes Hong duduk di head table didampingi Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela; Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-DPRK Teguh Santosa; Direktur Asia Timur Kemlu RI Arifianto Sofiyanto; serta Ketua Grup Kerja Sama Antar-Parlemen (GKSAP) Indonesia-Korea Utara di DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto.

Juga hadir dalam resepsi itu Duta Besar Rusia Sergei Tolchenov, Duta Besar Belarus Raman Ramanouski, dan Duta Besar Laos Khamfeuang Phanthaxay.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya