Kolaborasi Gojek bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemerintah Kota Bogor. (Foto: Istimewa)
Gojek bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan Pemerintah Kota Bogor memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan layanan transportasi yang terintegrasi bagi masyarakat, khususnya pengguna KRL menuju dan dari Bogor.
Kolaborasi tersebut mencakup penataan kawasan stasiun serta penguatan konektivitas antarmoda untuk menciptakan perjalanan yang lebih nyaman dan aman bagi masyarakat.
Kerja sama ini melanjutkan kolaborasi Gojek dan KAI Group yang telah berjalan sejak 2022 melalui GoTransit.
Fitur tersebut mengintegrasikan layanan GoRide dan GoCar dengan KRL Commuterline sehingga memudahkan masyarakat melanjutkan perjalanan setelah menggunakan kereta.
Dalam kolaborasi terbaru ini, Gojek menghadirkan titik jemput GoRide Instant dan GoCar Instant di kawasan Stasiun Bogor.
Titik jemput tersebut terintegrasi dengan fitur Instant di aplikasi Gojek, sehingga pengguna KRL dapat langsung melanjutkan perjalanan tanpa harus menunggu proses penjemputan.
"Gojek turut menjadi bagian dengan menghadirkan titik jemput GoRide dan GoCar Instant di 37 stasiun, termasuk di Stasiun Bogor," kata Chief of Partnership GoTo, Henky Prihatna di Bogor, Senin 7 September 2026.
Selain penataan kawasan stasiun dan penyediaan titik jemput Instant, Gojek juga memperluas bentuk kolaborasi dengan KAI Group melalui pemanfaatan GoPay sebagai solusi pembayaran digital di ekosistem KAI Group.
Gojek dan KAI Group juga tengah menjajaki pemanfaatan GoPay dalam aplikasi KAI Access, serta berbagai layanan dan entitas usaha di bawah KAI Group, termasuk KAI Logistik dan KAI Service.
"Kami berharap ini dapat membuat perjalanan masyarakat semakin mudah dan nyaman dari rumah ke stasiun, melanjutkan perjalanan dengan kereta, hingga sampai ke tujuan," kata Henky.
"Di saat yang sama, kami juga berharap agar kerja sama dan integrasi ini dapat membuka peluang pendapatan yang berkelanjutan bagi Mitra Driver Gojek," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, jumlah pengguna KRL dari dan menuju Bogor saat ini telah mencapai sekitar 130.000 penumpang per hari.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 100.000 penumpang per hari.
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, penataan kawasan Stasiun Bogor ke depan tidak hanya berfokus pada layanan KRL.
KAI juga mendorong integrasi dengan berbagai moda transportasi lain, seperti Trans Pakuan dan transportasi daring. Bahkan, KAI tengah membicarakan kemungkinan pengembangan konsep LRT perkotaan di Bogor.
"Bahkan kita sedang membicarakan bagaimana kalau kita menginisiasi konsep LRT perkotaan di Bogor," ujar Bobby.
Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim menambahkan, keberadaan berbagai pilihan moda transportasi menjadi bagian penting dalam penataan kawasan Stasiun Bogor sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
"Nanti kita menata ulang secara keseluruhan (Stasiun Bogor) dan kemudian akan menjadikan identitas Bogor yang lebih hebat lagi. Kita juga harus coba tata transportasi untuk distribusi penumpang. Artinya tetap ada yang pakai kendaraan transportasi publik massal, tetapi juga ada yang daring," pungkas Dedie.