Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Teguh Santosa: Tidak Benar Putin Kritik Prabowo

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 23:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Narasi di media sosial yang mengeklaim Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dipastikan tidak benar. 

Pakar hubungan internasional sekaligus Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa menegaskan bahwa narasi tersebut merupakan hoaks yang sengaja diproduksi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab demi menciptakan disinformasi.

Teguh menjelaskan bahwa ia menyimak secara utuh pidato Presiden Prabowo Subianto saat hadir dalam rangkaian forum ekonomi dan kawasan di Vladivostok, Rusia, termasuk mencermati respons langsung dari Presiden Vladimir Putin. 


Menurutnya, tidak ada satu pun kalimat bernada kritik, teguran, ataupun sentimen negatif yang dilontarkan pihak Moskow terhadap diplomasi Jakarta.

Sebaliknya, Teguh menilai suasana pertemuan bilateral maupun forum pleno di Vladivostok berlangsung sangat hangat dan penuh rasa saling menghormati. 

Prabowo Subianto yang hadir sebagai tamu kehormatan utama bahkan mendapatkan sambutan luar biasa dari tuan rumah serta para pemimpin delegasi lainnya.

Kesan positif tersebut kian nyata saat pidato Presiden Prabowo disambut tepuk tangan meriah oleh Vladimir Putin. Dalam pidatonya, Prabowo mengutip peribahasa Rusia, "Odin v pole ne voin" yang artinya tidak ada kemenangan jika berjuang sendirian, yang dipadankan dengan filosofi gotong royong Indonesia sebagai pijakan kerja sama global.

"Presiden Putin sama sekali tidak mengkritik kebijakan luar negeri Indonesia seperti narasi yang dikembangkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ujar Teguh yang sedang berada di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Senin, 7 September 2026.

Lebih lanjut, Teguh memaparkan bahwa esensi pidato Prabowo justru menawarkan terobosan strategis berupa konsep "jalan raya ekonomi" di kawasan Pasifik yang menghubungkan potensi kedua negara. 

Gagasan ini menempatkan Indonesia sebagai kekuatan penyeimbang yang berdaulat, mandiri, dan konsisten memegang teguh prinsip non-blok tanpa terseret ke dalam aliansi militer.

Untuk menguji kebenaran klaim miring yang viral di dunia maya, Teguh telah berkomunikasi langsung dengan kalangan diplomat di Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow. Pihak diplomatik Rusia secara tegas membantah spekulasi liar tersebut dan menyatakan bahwa konten yang beredar di platform media sosial sepenuhnya bohong serta tidak berdasar.

Pihak Kemlu Rusia di Moskow menegaskan komitmen mereka untuk terus memperdalam kemitraan strategis dengan Indonesia. Moskow memandang kepemimpinan Prabowo sebagai representasi negara berkembang yang memainkan peran krusial dalam percaturan geopolitik serta arsitektur multipolar dunia.

"Informasi itu sungguh palsu. Tidak pernah terjadi. Rusia dan Indonesia adalah mitra strategis," ujar seorang diplomat senior Rusia yang dikutip Teguh.

Teguh sangat menyayangkan manuver sejumlah pihak yang gemar memotong klip video, memanipulasi takarir, dan mendistorsi konteks demi mengejar keterlibatan penonton di media sosial. Pola disinformasi seperti ini dinilai sangat berbahaya karena dapat memicu salah persepsi publik mengenai relasi diplomatik antarnegara.

Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih kritis serta selalu memverifikasi ulang setiap muatan politik luar negeri lewat rujukan resmi pemerintah atau media massa kredibel. Disinformasi yang digulirkan secara terorganisasi harus dilawan dengan data, transkrip, serta rekaman fakta yang sebenarnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, Teguh memastikan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Federasi Rusia tetap solid serta berjalan di atas prinsip saling menguntungkan. 

"Kebijakan luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo tetap kokoh pada doktrin politik bebas-aktif demi kepentingan nasional di panggung dunia," demikian Teguh.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya