Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 21:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak mempermasalahkan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang tetap mengajukan penerbitan obligasi daerah atau bond senilai Rp5,2 triliun.

Bendahara negara itu menyerahkan keputusan tersebut kepada Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam menentukan skema pembiayaan yang akan digunakan. 

"Oh, ya enggak apa-apa. Kalau mau terbitin, terbitin saja. Kan itu Pemda punya ini sendiri," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 7 September 2026.


Namun, ia mengingatkan bahwa penerbitan utang tetap harus dilakukan dengan perhitungan yang matang. Ia juga mengaku akan mempelajari lebih lanjut aturan mengenai penerbitan bond oleh pemerintah daerah.

"Nanti saya pelajari deh. Saya enggak tahu, jadi saya pikir seharusnya sih enggak. Tapi gini, harus hati-hati saja gitu," tegasnya.

Ia juga sempat mempertanyakan kebijakan tersebut karena kondisi keuangan Jakarta dinilai masih memadai.

“Kalau uangnya kebanyakan, buat apa ngutang? Tapi kalau memang merasa perlu, ya enggak apa-apa,” jelasnya.

Di sisi lain, Purbaya menyinggung persoalan dana bagi hasil (DBH) yang turut berkaitan dengan kemampuan fiskal pemerintah daerah. Menurutnya, penyaluran DBH tidak bisa dilepaskan dari kondisi keuangan pemerintah.

“DBH itu disesuaikan dengan kondisi keuangan pemerintah,” tuturnya.

Sebelumnya, Pramono Anung menyatakan Pemprov DKI tetap melanjutkan rencana penerbitan obligasi daerah senilai Rp5,2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pembiayaan pembangunan di Jakarta.

Rencana itu tetap berjalan meski Purbaya sebelumnya menyarankan Pemprov DKI mempertimbangkan pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai alternatif sumber pembiayaan.

Pramono mengaku tetap menghargai masukan yang disampaikan Purbaya. Namun, saran tersebut tidak membuat Pemprov DKI membatalkan rencana menerbitkan bond senilai Rp5,2 triliun.

"Tanggapan saya, saya kalau sama Pak Purbaya tanggapannya apa pun saya akan dengarkan dan ikuti. Tapi saya tetap akan ajukan (penerbitan obligasi)," kata Pramono pada Jumat, 4 September 2026.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya