Berita

Ratas virtual terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)

Politik

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 20:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah terus memperkuat langkah penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, khususnya sebaran abu vulkanik yang sempat melanda empat provinsi dan mengganggu aktivitas penerbangan. 

Langkah tersebut dibahas dalam rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video pada Senin, 7 September 2026. 

Dalam rapat itu, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan bahwa aktivitas erupsi Anak Krakatau saat ini menunjukkan kecenderungan menurun.


“Menurut kami BNPB per hari ini, untuk kondisi erupsinya ini sudah menurun. Kami membandingkan kondisi 2026 ini dengan erupsi 2018, di mana di 2018 itu terjadi sama, hampir sama, tetapi tingkat erupsinya lebih tinggi daripada 2026,” ujar Kepala BNPB.

Meski aktivitas erupsi menurun, sebaran abu vulkanik tercatat berdampak terhadap DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatra Selatan. 

Kondisi tersebut turut mengganggu operasional penerbangan, dengan BNPB mencatat delapan bandara terdampak penutupan akibat sebaran abu Anak Krakatau. 

Namun, hingga kini, tidak terdapat korban jiwa, kerusakan, maupun daerah yang menetapkan status kedaruratan.

Untuk menekan dampak abu vulkanik, BNPB bersama BMKG menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari sejumlah titik, di antaranya Pondok Cabe, Kertajati, dan Semarang sebagai lokasi alternatif apabila kondisi penerbangan di sekitar Selat Sunda belum memungkinkan. 

BMKG juga memprakirakan potensi awan dan hujan ringan hingga sedang pada 9-12 September 2026 di wilayah terdampak.

“Kami sudah memantau bahwa kira-kira di tanggal 9 hingga 12 September 2026 ini akan ada potensi awan dan juga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, khususnya di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Untuk itu nanti akan kami pertebal dengan OMC bersama dengan BNPB,” ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.

Sementara itu, BMKG terus memantau perkembangan sebaran abu dan potensi tsunami melalui koordinasi dengan VAAC Darwin, Australia. 

Sebanyak 20 perangkat pemantauan tsunami telah dipasang di sekitar Selat Sunda dan hingga kini tidak ditemukan anomali kenaikan muka air laut yang berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau. 

Pemerintah juga memastikan pemantauan dilakukan secara intensif guna menjaga keselamatan masyarakat, penerbangan, dan pelayaran.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya