Berita

Ilustrasi Apa Itu Letusan Strombolian Gunung Anak Krakatau (Sumber:artificial intelligence)

Nusantara

Apa Itu Letusan Strombolian Gunung Anak Krakatau Saat Ini?

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 19:57 WIB | OLEH: TIFANI

Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi hingga Senin (7/9/2026). Berdasarkan evaluasi terbaru Badan Geologi, aktivitas yang terpantau saat ini berupa erupsi Strombolian.

Erupsi Strombolian tersebut terjadi setelah episode letusan menerus Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sekitar 25 jam dan berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB. Setelah erupsi menerus berakhir, Badan Geologi mencatat tiga kali erupsi Strombolian.

Apa Itu Letusan Strombolian?


Melansir Badan Geologi Kementerian ESDM, Strombolian merupakan salah satu jenis erupsi gunung api yang ditandai dengan semburan lava pijar dari magma yang berada relatif dangkal. Sementara itu, United States Geological Survey (USGS) menjelaskan erupsi Strombolian sebagai tipe erupsi yang ditandai semburan lava cair secara berselang-seling dari lubang erupsi atau kawah.

Secara umum, letusan Strombolian ditandai dengan letupan eksplosif kecil hingga sedang yang terjadi secara berkala atau intermiten. Letupan tersebut dapat melontarkan material vulkanik pijar dari kawah.

Material yang terlontar dalam erupsi Strombolian antara lain bom vulkanik, lapili, dan scoria. Beberapa karakteristik yang umum terlihat pada letusan Strombolian meliputi: Karakter tersebut membuat erupsi Strombolian berbeda dengan erupsi menerus yang menghasilkan keluaran material vulkanik secara berkelanjutan dalam periode tertentu.

Erupsi Strombolian Gunung Anak Krakatau


Gunung Anak Krakatau sebelumnya mengalami episode erupsi menerus yang dimulai pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB. Erupsi tersebut kemudian berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB setelah berlangsung sekitar 25 jam. 

Badan Geologi untuk sementara menginterpretasikan kembalinya karakter Strombolian sebagai berakhirnya episode erupsi menerus yang cukup panjang. Meski demikian, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau. 

Pada periode 6-7 September 2026, pemantauan instrumental masih menunjukkan dinamika kegempaan yang tinggi. Badan Geologi menyebut ancaman bahaya erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini berasal dari lontaran batu pijar disertai hujan abu lebat.

Selain itu, jika erupsi menerus kembali terjadi, terdapat potensi bahaya berupa aliran lava. Badan Geologi juga menyebut probabilitas terjadinya letusan dalam beberapa periode selanjutnya masih tinggi.

Karena itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih perlu diwaspadai meskipun episode erupsi menerus telah berakhir. Hingga evaluasi 7 September 2026, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Badan Geologi juga mengimbau masyarakat yang terdampak abu vulkanik untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya