Berita

Anggota Komisi XII DPR Eddy Soeparno. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Tunggu DIM Pemerintah, DPR Ingin UU Migas Cepat Tuntas

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 19:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rancangan Undang-undang (RUU) Minyak dan Gas Bumi (Migas) telah disahkan sebagai RUU usul inisiatif DPR pada Selasa, 18 Agustus 2026. 

Saat ini, Komisi XII DPR masih menunggu Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk membahas RUU Migas bersama pemerintah. 

Anggota Komisi XII DPR Eddy Soeparno mengatakan, draft RUU Migas yang telah disusun DPR sudah disampaikan kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti dengan penyusunan DIM.


"Rancangan undang-undang ini sudah kita kirimkan ke pemerintah untuk kemudian pemerintah mempersiapkan timnya dan mempersiapkan DIM, daftar isian masalah," kata Eddy kepada RMOL, Senin, 7 September 2026.

Setelah DIM pemerintah diterima, Eddy mengatakan DPR akan menyandingkan draft yang disusun DPR dengan draft atau usulan dari pemerintah untuk kemudian dibahas bersama.

"Nanti draft pemerintah dengan draft kita kita sandingan nanti akan dilakukan pembahasan. DPR Komisi XII nanti akan membentuk panja. Panja undang-undang Migas," jelasnya.

Wakil Ketua Umum PAN itu menegaskan, pada prinsipnya Komisi XII DPR ingin proses pembahasan hingga pengesahan UU Migas dapat diselesaikan secepatnya. Namun, percepatan tersebut tidak berarti pembahasan dilakukan secara tergesa-gesa.

"Yang penting, yang jelas kita di Komisi XII ingin agar undang-undang Migas ini bisa disahkan secepat-cepatnya. Tetapi bukan berarti bahwa nanti kita akan membahas ini buru-buru," tegas Legislator PAN ini.

Menurut Eddy, DPR tetap ingin memastikan UU Migas yang dihasilkan memiliki kualitas dan mampu menjawab kebutuhan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha.

"Kita ingin cepat tetapi menghasilkan produk hukum yang kredibel. Yang memenuhi harapan dari para pemangku kebijakan termasuk pelaku usaha," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya