Siswa Indonesia yang mendapat prestasi selain mendapat hadiah dari Kemendikdasmen, mereka juga akan diberikan dukungan talenta berkelanjutan (Foto: Istimewa)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk terus memberikan apresiasi kepada siswa berprestasi.
Tak hanya penghargaan, kementerian juga tengah menyiapkan skema agar hadiah bagi para juara dapat ditingkatkan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan, pemberian apresiasi merupakan bagian dari implementasi Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid. Dalam aturan tersebut, apresiasi menjadi salah satu tahapan pengelolaan talenta setelah proses identifikasi, pengembangan, dan aktualisasi.
“Kami terus berusaha mendukung dan mengapresiasi prestasi anak bangsa. Mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti di Jakarta, dikutip Senin 7 September 2026.
Menurut Mu'ti, pemerintah sedang mencari sumber pendanaan lain agar nilai hadiah yang diberikan kepada siswa berprestasi dapat ditingkatkan.
"Kami sedang mencari skema supaya anggarannya dapat digunakan dari sumber-sumber lain sehingga anggaran hadiahnya dapat ditambah," sambungnya.
Apresiasi tersebut diberikan kepada para juara dalam berbagai ajang nasional yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, kerja keras, daya juang, dan prestasi siswa, termasuk dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN).
"Apresiasi tersebut menjadi bagian penghargaan kepada murid yang telah menunjukkan dedikasi, kerja keras, daya juang, dan prestasi dalam ajang talenta, termasuk OSN," ujarnya.
Mu'ti menekankan, penghargaan bagi siswa berprestasi tidak semestinya hanya dilihat dari besaran hadiah. Menurutnya, para juara juga memperoleh dukungan untuk mengembangkan talenta secara berkelanjutan.
"Mereka yang juara juga akan mendapat dukungan pengembangan talenta berkelanjutan," tambahnya.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan untuk membawa siswa berprestasi ke tingkat internasional. Pada 2026, sebanyak 420 juara ajang nasional dibina Puspresnas bersama mitra sebagai persiapan mengikuti kompetisi internasional.
Dari jumlah tersebut, 79 murid dikirim sebagai delegasi Indonesia ke berbagai ajang internasional. Para delegasi yang telah berkompetisi berhasil meraih 47 penghargaan internasional, terdiri atas tujuh emas, 17 perak, 23 perunggu, dan lima honorable mention.
Apresiasi terhadap siswa berprestasi juga berlanjut pada jenjang pendidikan. Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono (Irene) mengatakan, pembinaan talenta tidak berhenti pada pemberian hadiah atau dana pembinaan, tetapi diarahkan untuk membuka peluang lebih luas bagi para siswa.
“Prestasi di tingkat nasional bukanlah akhir dari proses pembinaan. Kami terus mendampingi para talenta berprestasi agar dapat berkembang dan memiliki kesempatan lebih luas lagi,” kata Irene.
Salah satu bentuk dukungan jangka panjang diberikan melalui Beasiswa Talenta Indonesia, hasil kolaborasi Puspresnas dan LPDP. Program tersebut menyediakan pendanaan pendidikan bagi talenta berprestasi untuk menempuh program S1/D4, baik di dalam maupun luar negeri.
Pada tahun ini, telah diumumkan 174 calon penerima beasiswa S1, yang terdiri atas 171 calon penerima beasiswa dalam negeri dan tiga calon penerima beasiswa luar negeri. Mereka merupakan pemenang berbagai ajang yang difasilitasi Puspresnas, termasuk OSN.
Irene menilai pengalaman mengikuti kompetisi juga memiliki nilai penting di luar pencapaian medali.
“OSN bukan semata-mata tentang medali atau menjadi juara. Proses mengikuti kompetisi menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, sportivitas, daya juang, dan mental sebagai generasi unggul Indonesia,” tutur Irene.
Kemendikdasmen memastikan pembinaan talenta akan terus diarahkan agar setiap murid memiliki kesempatan yang adil untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi. Dengan demikian, prestasi yang diraih siswa saat ini diharapkan dapat menjadi pintu menuju kesempatan pendidikan dan pengembangan diri pada jenjang berikutnya.
“Kami mengapresiasi perhatian dan masukan yang disampaikan masyarakat. Partisipasi publik merupakan bagian penting dalam upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan ajang talenta yang berpihak pada murid, sejalan dengan semangat Pendidikan Bermutu untuk Semua,” pungkas Irene.