Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Pimpin Ratas Virtual Penanggulangan Bencana dari Istana

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 13:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) penanggulangan bencana secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Ratas tersebut membahas sejumlah perkembangan bencana, mulai dari gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga perkembangan penanganan kebakaran hutan dan asap. 

Di Istana, Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kementerian Pertahanan Yusuf Jauhari.


Sementara itu, sejumlah kepala daerah dari wilayah terdampak bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Bakom Muhammad Qodari, serta pejabat terkait mengikuti ratas melalui saluran Zoom.

Dalam arahannya, Prabowo mengatakan ratas digelar untuk memantau perkembangan sekaligus mendengar situasi terkini terkait berbagai bencana yang tengah dihadapi Indonesia. 

"Saya hanya ingin monitor bagaimana perkembangan, sekaligus mendengar situasi yang terkini. Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana, gempa di Flores, kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, kondisi Indonesia yang berada di kawasan ring of fire membuat pemerintah harus memiliki kesiapsiagaan, termasuk meningkatkan alokasi anggaran untuk mitigasi bencana secara signifikan. 

"Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," tegasnya.

Prabowo juga mengapresiasi seluruh unsur yang telah bekerja keras dalam menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Dia menilai respons pemerintah terhadap kebakaran hutan juga cukup masif, meski masih terdapat sejumlah keterlambatan yang perlu dicatat. 

Untuk mengantisipasi bencana ke depan, Prabowo meminta pemerintah menyusun langkah persiapan yang menyeluruh dan masif. 

"Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak kebakaran lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian, lebih banyak ekskavator di tingkat ekskavator-ekskavator kecil di tempat, di desa-desa yang secara tradisional selalu kena kebakaran hutan itu lebih baik," tegasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya