Berita

Visual Gunung Anak Krakatau dari pos pemantauan Badan Geologi/Istimewa

Nusantara

Transisi Erupsi Gunung Anak Krakatau Menjadi Letusan Strombolian Usai Aktivitas Menerus

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 13:20 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di Lampung Selatan mencatatkan perkembangan baru setelah episode erupsi menerus selama 25 jam resmi berakhir.

Berdasarkan informasi dari Badan Geologi, rangkaian erupsi menerus tersebut berlangsung sejak Jumat 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga akhirnya berhenti pada Minggu 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

Setelah periode tersebut, karakteristik erupsi mengalami perubahan signifikan dengan kemunculan tiga kali erupsi strombolian.


Letusan strombolian sendiri dikenal sebagai jenis letusan gunung berapi yang memiliki karakteristik ledakan relatif ringan namun dapat berlangsung dalam waktu yang sangat lama, sehingga memungkinkan sistem erupsi mengatur ulang dirinya secara berulang.

Badan Geologi menginterpretasikan kembalinya karakteristik ini sebagai penanda berakhirnya episode erupsi menerus yang cukup panjang sebelumnya.

Kendati demikian, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. Pihak Badan Geologi terus memantau dinamika vulkanik ini secara berkala mengingat potensi ancaman bahaya masih dapat terjadi dalam beberapa periode waktu ke depan.

Ancaman utama yang perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga potensi aliran lava jika erupsi menerus kembali terulang.

Menghadapi situasi ini, masyarakat di sekitar gunung, pengunjung, wisatawan, serta pendaki diimbau secara tegas untuk tidak memasuki dan melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

Warga yang terdampak hujan abu juga disarankan untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan serta mengenakan masker guna menghindari risiko gangguan pernapasan.

Selain itu, masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diminta untuk tetap tenang, tidak mudah percaya pada isu-isu menyesatkan mengenai potensi tsunami, serta senantiasa mengikuti arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD setempat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya