Berita

Persebaya pulang ke Surabaya lewat Bakauheni, Merak, Jakarta. (Foto: IG Persebaya)

Sepak Bola

Persebaya Pulang Lewat Laut dan Darat Buntut Erupsi Anak Krakatau

SENIN, 07 SEPTEMBER 2026 | 03:34 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Perjalanan pulang Persebaya Surabaya dari Lampung menuju Surabaya kali ini tidak berjalan seperti biasanya.

Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat penerbangan terganggu sehingga rombongan Bajul Ijo harus mengubah rencana perjalanan dan menempuh jalur darat secara bertahap.

Persebaya sebelumnya berada di Lampung untuk menjalani pertandingan perdana Super League 2026/2027 menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu 5 September 2026.


Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 6 September 2026, membuat perjalanan pulang Persebaya harus mengambil jalan memutar. Pesawat yang sedianya membawa rombongan Persebaya dari Lampung batal terbang.

Perjalanan yang semula berlangsung di udara, mendadak berpindah ke darat dan laut.

Sejak pukul 07.00 WIB, rombongan Persebaya meninggalkan hotel di Lampung. Tujuannya Pelabuhan Bakauheni. Dari sana, mereka harus menyeberangi Selat Sunda menuju Pelabuhan Merak, Banten.

Setelah tiba di Merak, perjalanan belum selesai.

Bus kembali menjadi moda utama. Rombongan dijadwalkan menuju Stasiun Gambir, Jakarta, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju Surabaya.

Jalur pulang yang panjang itu menjadi konsekuensi dari situasi yang tidak dapat diprediksi.

“Iya di-cancel sekarang kami balik menggunakan jalur darat dan laut," kata Manajer Persebaya, Sidik Maulana Tualeka, dikutip dari RMOLLampung.

Seharusnya, rombongan tidak perlu menjalani perjalanan berlapis tersebut. Penerbangan dari Lampung dijadwalkan berangkat pukul 07.50 WIB.

Namun, kabar pembatalan sudah diterima tim sejak dini hari.

“Sekarang di Bakauheni masih berdebu,” kata Sidik.

Abu vulkanik membuat aktivitas penerbangan terganggu. Bagi Persebaya, dampaknya bukan sekadar perubahan jadwal penerbangan. 

Tim harus mengubah seluruh skenario perjalanan pulang setelah menjalani pertandingan tandang dalam kompetisi Super League 2026-2027.

Sepak bola profesional memang kerap berbicara tentang strategi, stamina, gol, dan hasil pertandingan. Tetapi dalam sebuah perjalanan kompetisi, ada hal-hal di luar lapangan yang tak kalah menentukan.

Kali ini, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi bagian dari cerita perjalanan Persebaya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Ditunggu Sayembara Mencari Silfester Matutina

Senin, 07 September 2026 | 02:30

TK-SD-SMP di Kota Bogor Berlakukan PJJ

Senin, 07 September 2026 | 02:03

Ujian KPK terkait Paulus Tannos: Jangan cuma Nangkap, tapi Kembalikan Aset

Senin, 07 September 2026 | 01:40

Water Mist Disemprot di Jalanan Jakarta Gegara Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 01:15

Dedi Mulyadi Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 01:01

Dalam Tiga Hari, Hampir 2.000 Orang Keracunan MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:44

Fahira Idris Sodorkan Enam Rekomendasi untuk MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:16

Pemadam Semprot Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 00:03

GMNI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie, Ini Sebabnya

Minggu, 06 September 2026 | 23:52

Likuiditas Bank Masih Terjaga

Minggu, 06 September 2026 | 23:40

Selengkapnya