Berita

Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Besar IPSI Masa Bakti 2026–2030 (Foto: istimewa)

Politik

Tiga Juta Kader Pagar Nusa Siap Dukung PB IPSI

SABTU, 05 SEPTEMBER 2026 | 20:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026-2030 mendorong konsolidasi seluruh potensi pencak silat di Indonesia untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi di tingkat internasional.

Salah satu potensi yang siap digerakkan adalah sekitar tiga juta kader Pagar Nusa. Wakil Ketua Umum PB IPSI Muchamad Nabil Haroen mengatakan jumlah tersebut dapat menjadi bagian dari kekuatan kolektif untuk menyukseskan agenda PB IPSI.

Pernyataan itu disampaikan Gus Nabil seusai dilantik dan dikukuhkan sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI di Padepokan Pencak Silat Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu 5 September 2026.


“Sebagai Ketua Umum PP Pagar Nusa, saya siap menggerakkan potensi sekitar tiga juta kader Pagar Nusa di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menyukseskan program PB IPSI,” kata Gus Nabil.

Gus Nabil menegaskan keterlibatan Pagar Nusa bukan untuk membawa kepentingan satu perguruan, melainkan menjadi bagian dari konsolidasi nasional pencak silat di bawah kepemimpinan Ketua Umum PB IPSI Sugiono.

“Ini bukan agenda satu perguruan, melainkan ikhtiar bersama seluruh keluarga besar pencak silat untuk membawa Indonesia semakin berprestasi dan disegani dunia,” tegasnya.

Menurut Gus Nabil, jutaan pesilat dari berbagai perguruan merupakan modal strategis untuk membentuk karakter generasi muda, memperkuat persatuan, dan meningkatkan prestasi Indonesia. Karena itu, perbedaan perguruan tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja sama.

“Kita boleh berasal dari perguruan yang berbeda, memakai warna yang berbeda, dan tumbuh dari tradisi yang berbeda. Tetapi ketika Merah Putih dikibarkan, kita adalah satu: pencak silat Indonesia,” ujarnya.

Gus Nabil menyatakan akan bekerja sesuai garis kepemimpinan dan kebijakan Ketua Umum PB IPSI. Menurutnya, periode 2026?"2030 harus menjadi momentum konsolidasi sekaligus akselerasi untuk menyatukan perguruan, pengurus daerah, atlet, pelatih, serta wasit-juri dalam satu arah.

“Seluruh pengurus berada dalam satu barisan untuk menerjemahkan dan menyukseskan visi Ketua Umum PB IPSI. Amanah yang diberikan kepada masing-masing pengurus harus menjadi kekuatan kolektif untuk membawa pencak silat Indonesia semakin maju,” katanya.

Ia mengatakan potensi kader Pagar Nusa dapat diarahkan untuk memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas pelatih, memperluas pendidikan pencak silat, serta mendukung sosialisasi program PB IPSI dari tingkat pusat hingga daerah.

Gus Nabil juga menyatakan dukungan terhadap agenda penguatan standardisasi dan sertifikasi profesi, sistem pemeringkatan atlet, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan industri pencak silat.

“Kita tidak boleh puas dengan apa yang telah dicapai. Pembinaan atlet harus semakin berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Kompetisi harus semakin berkualitas. Profesionalisme pelatih dan wasit-juri harus diperkuat. Industri pencak silat harus mulai dibangun dengan serius,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan modernisasi tidak boleh menghilangkan nilai dan akar budaya pencak silat. Menurutnya, pencak silat bukan sekadar kemampuan bertarung, tetapi juga sarana pembentukan karakter, keberanian, pengendalian diri, akhlak, dan persaudaraan.

“Di dalam pencak silat ada keberanian tanpa kesombongan, kekuatan yang dikendalikan oleh akhlak, serta persaudaraan yang melampaui perbedaan perguruan dan daerah,” ujarnya.

Gus Nabil mendukung target PB IPSI membawa pencak silat ke panggung Olimpiade. Menurutnya, target tersebut harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh perguruan dan pemangku kepentingan.

“Ini bukan pekerjaan satu ketua umum, satu kepengurusan, atau satu periode. Ini adalah kerja panjang seluruh insan pencak silat Indonesia,” katanya.

Ketua Umum PB IPSI Sugiono sebelumnya menegaskan pencak silat bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga identitas dan instrumen diplomasi bangsa.

“Target utama kita jelas: membawa pencak silat menembus panggung Olimpiade dan menjadikannya bagian dari karakter generasi muda Indonesia melalui pendidikan formal,” kata Sugiono.

Gus Nabil menegaskan amanah sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI akan digunakan untuk bekerja dan menyukseskan visi kepengurusan.

“Jabatan hanyalah alat untuk bekerja. Yang jauh lebih penting adalah apa yang dapat kita wariskan setelah masa pengabdian ini selesai,” pungkasnya.

Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Besar IPSI Masa Bakti 2026-2030 dilakukan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. Kegiatan tersebut turut dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, perwakilan Komite Olimpiade Indonesia, serta sejumlah tokoh dan pimpinan perguruan pencak silat.

Hadir pula jajaran pengurus provinsi IPSI dari 38 provinsi.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya