Berita

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta. (RMOL/Jamaludin)

Bisnis

Gejolak Global Makin Sulit Diprediksi, BI Pakai Analogi Bajaj

SABTU, 05 SEPTEMBER 2026 | 18:07 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Bank Indonesia (BI) melihat tantangan ekonomi global kini telah bergeser dari sekadar ketidakpastian atau uncertainty menjadi kondisi yang sulit diprediksi atau unpredictability.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan kondisi tersebut terjadi di tengah tingginya gejolak global, termasuk dampak perang di Timur Tengah yang masih menghantui perekonomian dunia.

“Kalau dulu dikatakan bahwa ada ketidakpastian, uncertainty, itu masih mending, masih bisa diperkirakan. Tetapi saat ini bukan cuma uncertainty, tetapi unpredictability,” kata Filianingsih di Bandar Lampung, Sabtu, 5 September 2026. 


Menurut dia, kondisi saat ini membuat arah perkembangan ekonomi global sulit dipastikan. Ia mengibaratkannya seperti bajaj yang pengemudinya tidak diketahui akan mengambil arah ke mana.

“Jadi nggak bisa diprediksi mau ke mana ini ya. Ibaratnya kalau di Jakarta itu kita tahu ada bajaj gitu ya. Kita nggak tahu bajajnya ini mau terus atau belok kanan belok kiri. Yang tahu hanya supir bajajnya dan Tuhan,” ujarnya.

Filianingsih menuturkan kondisi global tersebut menjadi tantangan bagi perekonomian Indonesia. Meski demikian, ekonomi Indonesia tetap tumbuh 5,29 persen pada triwulan II, setelah pada triwulan I tumbuh 5,6 persen.

Inflasi juga masih terkendali dalam sasaran BI, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen. Untuk 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 4,9 sampai 5,7 persen, sementara inflasi tetap berada dalam sasaran tersebut.

Filianingsih mengatakan BI merespons kondisi global itu dengan menjalankan bauran kebijakan sesuai mandatnya, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar, sistem pembayaran, dan sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Dan apa yang harus dilakukan oleh Bank Indonesia sebagai bank sentral? Kita punya mandat bahwa kita harus jaga kestabilan nilai tukar dan kestabilan sistem pembayaran dan juga stabilitas sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan. Dan ini yang kita lakukan,” tegasnya. 


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya