Pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) untuk Seleksi PPIH (Foto: Kemenhaj)
Sebanyak 1.344 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter formasi nonkesehatan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) secara serentak di 35 titik kantor dan unit pelaksana teknis Badan Kepegawaian Negara (BKN), Sabtu 5 September 2026
Pelaksanaan seleksi tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dengan BKN. Penggunaan sistem CAT ditujukan untuk memperkuat proses seleksi agar berlangsung objektif, terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan pelibatan BKN menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola seleksi petugas haji.
“Tahun ini Kemenhaj menggandeng BKN dalam pelaksanaan CAT. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan profesional,” kata Puji di Jakarta.
Peserta yang mengikuti CAT berasal dari formasi PPIH Kloter serta PPIH Arab Saudi nonkesehatan. Untuk PPIH Arab Saudi, formasi yang diseleksi mencakup enam bidang layanan, yakni Bimbingan Ibadah, Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, Jemaah Lansia dan Disabilitas, serta Media Center Haji.
Menurut Puji, sistem CAT memberikan standar ujian yang seragam sekaligus memungkinkan hasil pelaksanaan dipantau secara langsung.
“Yang kami cari adalah peserta yang memiliki kemampuan teknis, integritas, manajerial dan orientasi pelayanan kepada jemaah,” ujarnya.
Ia menilai kompetensi teknis saja tidak cukup untuk menjadi petugas haji. Para petugas nantinya harus menghadapi jemaah dengan kebutuhan yang beragam, termasuk lanjut usia dan penyandang disabilitas. Karena itu, kesiapan mental, integritas, dan komitmen pelayanan juga menjadi aspek penting.
“Petugas haji adalah bagian penting dari wajah pelayanan haji. Karena itu, proses untuk memilihnya harus dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Puji.
Penyelenggaraan CAT di 35 titik BKN dan unit pelaksana teknis BKN juga memungkinkan peserta mengikuti ujian dari daerah masing-masing. Hasil CAT selanjutnya menjadi salah satu komponen penilaian dalam rangkaian seleksi PPIH untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.
Kemenhaj menyatakan seluruh proses seleksi diarahkan untuk mendapatkan petugas yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga integritas dan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.