Berita

Ilustrasi Gempa Cilacap M 5,3 akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia (Sumber: Instagram @infobmkg)

Nusantara

Gempa Cilacap M 5,3 akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia, Ini Penjelasan BMKG

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 17:59 WIB | OLEH: TIFANI

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (4/9/2026) terjadi akibat aktivitas tektonik di zona subduksi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.

Gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 12.05 WIB dengan episenter berada di laut, tepatnya 59 kilometer sebelah selatan Kota Cilacap. Lokasi episenter tercatat pada koordinat 8,27° Lintang Selatan dan 109,02° Bujur Timur.

Meski pusat gempa berada di laut, BMKG memastikan gempa Cilacap M 5,3 tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengategorikan gempa Cilacap ini sebagai gempa bumi menengah.


Penyebab Gempa Cilacap M 5,3

BMKG menjelaskan gempa Cilacap M 5,3 dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia. Subduksi merupakan proses ketika satu lempeng tektonik bergerak dan menunjam ke bawah lempeng lainnya. 

Pergerakan tersebut dapat menimbulkan akumulasi tekanan di dalam kerak bumi. Ketika tekanan yang tersimpan dilepaskan secara tiba-tiba melalui bidang patahan, energi akan merambat sebagai gelombang seismik. 

Pelepasan energi inilah yang kemudian dirasakan masyarakat sebagai gempa bumi. Wilayah selatan Jawa, termasuk kawasan di sekitar Cilacap, berada di dekat zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. 

Kondisi tektonik tersebut membuat kawasan selatan Jawa menjadi salah satu wilayah yang memiliki aktivitas kegempaan cukup tinggi.

Gempa Memiliki Mekanisme Normal Fault

BMKG juga menganalisis mekanisme sumber gempa Cilacap M 5,3. Hasil analisis menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

Pada mekanisme ini, salah satu blok batuan bergerak turun relatif terhadap blok batuan lainnya akibat gaya yang bekerja pada kerak bumi. Pergerakan tersebut menghasilkan pelepasan energi yang kemudian memicu getaran gempa.

Getaran gempa tetap dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Intensitas III MMI tercatat di Bantul, Cilacap, Kebumen, Purwokerto, dan Kulon Progo.

Sementara itu, getaran II-III MMI dirasakan di Pangandaran. Getaran II MMI tercatat di Pacitan, Sleman, dan Wonogiri.

Hingga pukul 12.40 WIB, BMKG juga belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa dan mengimbau masyarakat tetap tenang. 

Masyarakat diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa serta memastikan informasi terkait gempa hanya berasal dari kanal resmi BMKG.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya