Berita

Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Dr Handian Purwawangsa (tengah). (Foto: Humas IPB University)

Bisnis

Inovasi Kayu IPB University Didorong Tembus Pasar dan Industri Nasional

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 05:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Inovasi teknologi kayu modifikasi dengan perlakuan panas dan kimia ramah lingkungan karya Prof I Wayan Darmawan memasuki tahap hilirisasi dan komersialisasi melalui kerja sama lisensi antara IPB University dan PT Jaya Cemerlang Industry. 

Kerja sama ini diarahkan tidak hanya untuk memproduksi inovasi, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan kayu muda yang selama ini memiliki keterbatasan dari sisi daya tahan dan nilai jual.

Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Dr Handian Purwawangsa, menyebutkan bahwa dukungan terhadap inovasi tidak berhenti pada lisensi. LPA2I membuka peluang bagi pengembangan pasar dengan membantu menampilkan dan memperkenalkan produk inovasi kepada jejaring IPB University.


“Kami bisa minta sampel dan detail deskripsi produknya untuk kami bantu promosikan dan pajang di IPB. Jadi ketika ada tamu, produk Bapak bisa dikenal dan bahkan dibeli secara langsung,” jelas Dr Handian dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 4 September 2026. 

Direktur Utama PT Jaya Cemerlang Industry, Jimmy Chandra, menilai hal tersebut menjadi ajang yang baik, karena menjadi jembatan dan pendukung peningkatan pemanfaatan kayu Indonesia. 

Menurutnya, industri kayu menghadapi tantangan karena sebagian kayu yang tersedia berasal dari tanaman yang relatif muda, sementara pasar membutuhkan produk dengan kualitas dan ketahanan yang baik.

“Dengan inovasi Pak Wayan, bagaimana caranya kayu kita tidak perlu ditanam sampai puluhan tahun untuk bisa dimanfaatkan. Dalam sekitar lima tahun saja, output-nya sudah bisa baik,” ujar Jimmy.

Ia menjelaskan, peningkatan kualitas kayu juga penting untuk mengembalikan kepercayaan pasar terhadap produk kayu Indonesia. Selama ini, keterbatasan daya tahan sejumlah jenis kayu turut mendorong masyarakat beralih menggunakan material seperti aluminium dan baja ringan untuk bahan bangunan.

Karena itu, inovasi kayu modifikasi ini digalakan pada pasar domestik melalui edukasi dan promosi produk. Inovasi tersebut kemudian diberikan brand “IDOLA” sebagai identitas produk yang dikembangkan dari teknologi kayu modifikasi hasil inovasi IPB University. IDOLA tidak hanya diarahkan untuk aplikasi pada produk furnitur, tetapi juga dikembangkan dalam berbagai bentuk produk fungsional kebutuhan sehari-hari. 

Pengembangan produk IDOLA juga membuka peluang untuk mengoptimalkan pemanfaatan sisa potongan kayu dari proses produksi, salah satunya produk phone holder. Pendekatan ini sekaligus memperkuat prinsip pemanfaatan material secara lebih efisien dan membuka peluang diversifikasi produk sesuai kebutuhan pasar.

Lebih jauh, hilirisasi inovasi ini diharapkan memberikan dampak hingga ke tingkat hulu. Jimmy menyampaikan keinginannya agar peningkatan kebutuhan kayu berkualitas dapat mendorong masyarakat kembali menanam pohon sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani. 

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan petani, termasuk perempuan yang terlibat dalam aktivitas pertanian tetapi masih memperoleh imbalan yang relatif rendah. 

“Harapan kami orang-orang mau menanam lagi, sehingga bisa memberdayakan petani dan menghasilkan kayu untuk kami produksi,” tuturnya.

Bagi Prof I Wayan Darmawan, masuknya inovasi ini ke tahap hilirisasi menjadi langkah penting setelah proses pengembangan dan kerja sama dengan mitra, termasuk mitra luar negeri, yang telah dilakukan sebelumnya. Ia juga berterima kasih kepada LPA2I, IPB University yang mendukung penuh proses komersialisasi ini agar dapat dicontoh bagi pengembangan dan hilirisasi inovasi lain di lingkungan IPB University.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya