Berita

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Wakil Ketua Komisi III DPR:

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 03:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Personel gabungan BNN RI, Bareskrim Polri, Ditjen Bea dan Cukai, serta Polda Kepri mengungkap penyelundupan 800 kilogram ketamin melalui jalur laut. Ketamin itu ditemukan dari kapal Fuchangxing 1 berbendera Komoro, sebuah negara di Afrika bagian timur. 

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil operasi gabungan sejumlah instansi. Adapun seorang warga asal Taiwan, Wang Li-Chan (30), ditetapkan sebagai tersangka. Ia berperan manajer kapal sekaligus pengendali pengiriman ketamin.

Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi sinergi aparat sekaligus meminta pengawasan jalur laut diperketat untuk mencegah masuknya bahan baku narkoba ke Indonesia.


“Saya apresiasi kolaborasi tajam Polri, BNN, dan Bea Cukai yang kembali menggagalkan masuknya bahan baku narkoba dalam jumlah besar. Namun perlu jadi perhatian bahwa dalam beberapa waktu belakangan sudah berton-ton narkoba via laut digagalkan. Ini menunjukkan jalur laut kita masih menjadi celah yang dimanfaatkan jaringan internasional untuk memasukkan barang haram,” ucap Sahroni kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

“Kita sedang disasar. Apalagi Ketamin ini sangat berbahaya karena dijadikan sebagai bahan liquid vape narkoba yang sekarang tengah marak. Jadi saya minta institusi terkait waspada, jangan sampai Indonesia dijadikan jalur lalu lintas narkoba internasional,” ujar Sahroni dalam keterangannya,” tambahnya menegaskan.

Legislator Nasdem ini menegaskan, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, baik dengan memberantas produsen dan jaringan dalam negeri maupun memperketat pintu masuk internasional.

“Pokoknya saya minta semua pihak all out jaga perbatasan, baik itu via udara, laut, maupun darat. Jangan sampai produsen dalam negeri kita berantas, tapi jalur internasional kita lengah. Dan yang terpenting jangan pernah puas usai mengungkap pelaku lapangan, tetap bandar besar yang jadi target utama,” tegas Sahroni.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya