Berita

Survei Seismik 3D yang dilakukan Elnusa di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. (Foto: Elnusa)

Bisnis

Elnusa Raih Kepercayaan Proyek Non-Captive Lanjutan di Sumsel

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 00:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat pasar non-captive melalui kapabilitas teknologi dan operational excellence. Elnusa kembali memperoleh kepercayaan dari pelanggan di luar Pertamina Group untuk melaksanakan dua proyek Survei Seismik 3D dengan total area sekitar 150 km persegi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. 

Proyek yang ditargetkan selesai pada awal 2027 tersebut melanjutkan dua pekerjaan seismik 3D sebelumnya seluas 365 km persegi di area berdekatan.

Keberlanjutan proyek dari pelanggan yang sama menjadi salah satu bentuk kepercayaan terhadap kemampuan Elnusa dalam mengelola pekerjaan seismik dengan kompleksitas teknis dan operasional yang tinggi. Secara kumulatif, rangkaian pekerjaan tersebut mencakup area sekitar 515 km persegi, sekaligus memperkuat rekam jejak Perseroan di pasar geoscience non-captive. 


Pengembangan pasar di luar ekosistem Pertamina menjadi bagian dari strategi Elnusa untuk memperluas basis pelanggan, mengoptimalkan utilisasi aset dan kompetensi, serta membuka sumber pertumbuhan baru.

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, mengatakan keberlanjutan kepercayaan pelanggan menunjukkan bahwa kapabilitas yang dibangun Elnusa mampu bersaing di pasar eksternal. 

“Bagi kami, proyek non-captive merupakan validasi terhadap daya saing Elnusa. Kepercayaan untuk kembali mengerjakan proyek di area yang berdekatan menunjukkan bahwa teknologi, kompetensi personel, serta kualitas eksekusi yang kami bangun dapat memberikan value bagi pelanggan. Strategi kami adalah terus mengkonversi keunggulan tersebut menjadi peluang pasar dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Rustam dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Dalam pelaksanaan proyek, Elnusa mengoptimalkan teknologi STRYDE Nimble Seismic System sebagai bagian dari penguatan teknologi seismik generasi terbaru yang dilakukan Perseroan sejak awal 2026. Sebelumnya, Elnusa telah melakukan investasi strategis pada 25.000 STRYDE Range+ nodes yang didukung STRYDE Nimble System dan STRYDE Mini System. Kombinasi teknologi tersebut memberikan fleksibilitas lebih tinggi dalam desain dan pelaksanaan survei, mendukung pengerjaan proyek secara simultan, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk akuisisi seismik 2D maupun 3D.

Teknologi nodal tersebut juga mendukung akuisisi data seismik berdensitas tinggi dengan kualitas yang lebih baik, mempercepat siklus survei, serta meningkatkan efisiensi operasi. Karakter perangkat yang ringkas dan fleksibel memberikan keunggulan dalam menghadapi kondisi lapangan yang kompleks dan akses yang terbatas. 

“Bagi Elnusa, investasi teknologi tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kapabilitas teknis, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas aset, daya saing layanan, dan kemampuan Perseroan menangkap peluang pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Lanjut Rustam, keunggulan tersebut relevan dengan karakter dua proyek di Kabupaten Musi Banyuasin yang melintasi kondisi area beragam, mulai dari kawasan hutan, aliran sungai, area pertambangan hingga permukiman masyarakat. Kondisi tersebut membutuhkan perencanaan survei yang adaptif, kesiapan personel dan teknologi, serta pengelolaan operasi yang disiplin. 

Elnusa juga memastikan aspek HSSE, kepatuhan terhadap regulasi dan perizinan, serta komunikasi dan sosialisasi dengan pemerintah daerah, masyarakat dan pemangku kepentingan setempat menjadi bagian integral dalam setiap tahapan pekerjaan.

Penguatan bisnis geoscience tersebut sejalan dengan arah strategis Elnusa untuk menjadikan teknologi dan inovasi sebagai salah satu penggerak pertumbuhan. Kapabilitas seismik Elnusa tidak hanya ditopang oleh teknologi terkini, tetapi juga pengalaman dalam mengelola berbagai proyek onshore maupun offshore dengan skala dan karakteristik yang beragam. 

Kombinasi technology, people dan execution capability tersebut menjadi competitive advantage Perseroan dalam memperluas penetrasi pasar, baik di dalam maupun di luar ekosistem Pertamina.

“Ke depan, kami ingin memastikan setiap investasi teknologi dapat menghasilkan nilai ekonomi yang semakin optimal. Artinya, teknologi tidak berhenti sebagai peningkatan kapabilitas, tetapi harus mampu meningkatkan efisiensi, menjawab kebutuhan pelanggan, memperluas pasar, dan pada akhirnya menciptakan nilai jangka panjang bagi Perseroan dan pemegang saham,” tambah Rustam.

Melalui penguatan teknologi seismik dan perluasan pasar non-captive, Elnusa terus memperkuat positioning sebagai technology-driven energy services company. Strategi tersebut melengkapi kekuatan bisnis Elnusa di dalam ekosistem Pertamina sekaligus membangun basis pelanggan yang semakin beragam, sehingga mendukung daya saing dan pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan.

PT Elnusa Tbk (ELNUSA, IDX: ELSA) merupakan perusahaan jasa energi terintegrasi yang telah menjadi bagian dari perjalanan industri energi Indonesia selama lebih dari 56 tahun. Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa menghadirkan solusi terintegrasi mulai dari jasa hulu migas, penjualan barang dan jasa distribusi & logistik energi, hingga jasa penunjang energi yang mendukung rantai nilai energi nasional. 

Layanan hulu migas Elnusa mencakup jasa geoscience & reservoir, pengeboran dan perawatan sumur, serta engineering, procurement, construction & operation maintenance (EPC-OM). Pada lini penjualan barang dan jasa distribusi & logistik energi, Elnusa menyediakan layanan transportasi BBM, pengelolaan depot, dan penjualan chemical, sementara jasa penunjang meliputi marine support, fabrikasi, hingga manajemen data. Berbekal inovasi, keunggulan operasional, dan tata kelola yang baik, Elnusa terus menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya