Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf. (Foto: Humas Kemensos)

Nusantara

Gus Ipul Minta Seluruh Kepala Sekolah Rakyat Awasi Kondisi Murid

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 23:18 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kepala Sekolah Rakyat sebagai pemimpin tertinggi dalam institusi pendidikan berkonsep asrama yang digagas Pemerintah, diminta Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk melakukan pengawasan secara penuh terhadap kondisi para murid.

Hal itu Gus Ipul sampaikan saat menggelar Rapat Koordinasi bersama Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia, melalui Zoom meeting pada Rabu, 2 September 2026.

"Yang pertama, yang ingin jadi perhatian kita bersama adalah soal pengawasan. Karena ini boarding school (sekolah berasrama), maka anak-anak harus terawasi selama 24 jam, tanpa kompromi. Upayakan ini menjadi kesadaran dari bapak-ibu sekalian," kata Gus Ipul dikutip melalui keterangan tertulis Kemensos di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.


Sosok Mensos yang kerap disapa Gus Ipul ini menekankan, pengawasan ini menjadi salah satu perhatian utama agar tidak terjadi tindakan perundungan (bullying), kekerasan seksual, dan intoleransi di lingkungan Sekolah Rakyat. 

Menurutnya, kepala sekolah dapat melibatkan para wali asuh, wali asrama dan memanfaatkan fasilitas CCTV untuk mengawasi serta menjaga para siswa.

Kedua, yakni terkait kepatuhan para kepala sekolah terhadap seluruh prosedur dan tata kelola yang baik. Poin ini meliputi tata kelola keuangan yang bebas dari korupsi, tidak ada konflik kepentingan, serta menerapkan standar belajar dan asrama yang setara di seluruh Sekolah Rakyat.

Ketiga, yaitu konsolidasi stakeholder. Gus Ipul mendorong para Kepala Sekolah Rakyat agar membangun hubungan baik dengan lingkungan masyarakat, pemerintah daerah, hingga guru tamu yang mengajar di Sekolah Rakyat. 

"Sekolah Rakyat berjalan karena kita bergerak Bersama. Guru tamu dilibatkan aktif, bukan pelengkap. Jadi guru-guru tamu ini meskipun sifatnya sementara, tapi libatkan dengan penuh, bangun kesadaran dengan para guru tamu itu," tutur Gus Ipul.

"Tidak boleh bekerja setengah-setengah di lingkungan Sekolah Rakyat. Pemda dilibatkan dalam pengawasan perkuat dukungan keamanan, kebersihan, dan penangganan kasus," sambungnya menegaskan.

Gus Ipul juga meminta agar mulai bulan depan, seluruh kepala sekolah membuat laporan mengenai kondisi masing-masing peserta didiknya. Mulai dari kondisi kesehatan, perkembangan mental, hingga latar belakang setiap siswa.

"Ini saya titipkan betul kepada para kepala sekolah. Intinya adalah pada pengawasan, kepatuhan, dan kolaborasi. Tiga pilar ini tidak bisa ditawar. Setiap anak berhak pulang dengan masa depan yang lebih baik," tegas dia.

Lebih lanjut, Gus Ipul juga menyoroti kondisi Sekolah Rakyat yang lokasinya berdekatan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Salah satunya, seperti pembangunan gedung permanen SRT 1 Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

"Jadi para kepala sekolah silakan ini disampaikan dengan baik. Saya masih memberikan satu kesempatan selama satu sampai tiga bulan kepada para kepala sekolah ini untuk beradaptasi, untuk menyesuaikan diri dengan siswa yang baru, dengan lingkungan yang baru. Setelah itu kita harus take off," tuturnya.

Selain itu, Gus Ipul mengingatkan kepala sekolah terkait untuk memerhatikan kondisi para murid dan terus berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah. 

"Mohon untuk koordinasi betul dengan pemerintah daerah. Karena jaraknya juga dekat dengan posisi pembangunan permanen Sekolah Rakyat," tambah dia.

Dalam rapat tersebut, Kepala SRT 1 Kotawaringin Timur Nikkon Bhastari mengungkapkan, meski letak gedung sekolah terdampak asap karhutla karena hanya berjarak sekitar 3 meter dari lokasi kebakaran, tetapi pihaknya tidak memulangkan para siswa ke rumah masing-masing. Sebab, ia menjelaskan, hal itu dinilai lebih berbahaya dibandingkan murid-murid tetap berada di lingkungan sekolah.

"Untuk anak-anak dikondisikan tidak kami pulangkan karena lebih berbahaya ketika pulang daripada di SR. Kalau di SR dekat dengan puskesmas, dekat dengan rumah sakit, fasilitas kami lengkap. Oksigen ada, masker kami sudah terpenuhi, nebulizer juga sudah siap," ungkap Nikkon.

Ia menambahkan, pihaknya juga tetap menggelar kegiatan belajar mengajar. Namun, kegiatan tersebut dilakukan di asrama, jika ruang kelas tidak dapat digunakan karena terkena asap karhutla.

"Tetap kami melakukan pembelajaran. Dimulai dari pukul 8 sampai pukul 9 (pagi). Namun ketika kabut, maka kegiatan pembelajaran (dilakukan) di asrama dibantu oleh guru-guru," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya