Berita

Rapat Kepala BGN Sudaryono dengan Komisi IX DPR. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Komisi IX DPR:

BGN ‘Berdosa’ Jika Biarkan Korban Keracunan MBG

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 18:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi IX DPR meminta Badan Gizi Nasional (BGN) tidak menganggap persoalan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) selesai setelah korban mendapatkan pengobatan.

Anggota Komisi IX DPR Heru Tjahjono mengatakan, anak-anak yang menjadi korban keracunan MBG harus mendapat pemantauan kesehatan dalam jangka panjang untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan.

Legislator Golkar ini mengingatkan, penanganan korban tidak boleh hanya berfokus pada gejala yang muncul saat keracunan terjadi.


"Harus dievaluasi 3 bulan, 6 bulan. Apakah ada anak-anak yang keracunan ini mempunyai hal-hal yang sifatnya gangguan metabolisme, mungkin autoimun, mungkin yang lain," kata Heru dalam rapat kerja Komisi IX DPR bersama Kepala BGN Sudaryono di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 3 September 2026.

Menurut Heru, evaluasi kesehatan lanjutan menjadi penting, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki keterbatasan untuk melakukan pemeriksaan secara mandiri.

Ia bahkan menyebut BGN dan pihak terkait berdosa jika membiarkan korban tanpa pemantauan.

"Ini yang harus dievaluasi dan itu tanggung jawab lho, dosa kita Pak," kata Heru.

Untuk memastikan evaluasi berjalan, Heru meminta BGN tidak bekerja sendirian. BGN didorong segera berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten maupun provinsi, hingga bidan di desa.

Di sisi lain, Heru menegaskan Komisi IX DPR tetap mendukung program MBG yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Namun begitu, dukungan tersebut tidak berarti DPR akan menutup mata terhadap persoalan yang terjadi di lapangan.

Menurut Heru, Komisi IX akan tetap memberikan evaluasi secara jujur berdasarkan kondisi faktual, bukan sekadar laporan yang dibuat untuk menyenangkan pemerintah.

"Selama ini kan banyak yang keracunan, diam Pak, ada keracunan diam. Tapi dibagi makanan enggak dimakan, (malah) dibawa pulang. Dikasihkan pembantunya, dikasihkan orang lain. Ditanya, 'gimana makanannya?', 'habis', tapi dibawa pulang," pungkas Heru.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

RI Dorong Status 742 Cagar Budaya Nasional Baru

Kamis, 03 September 2026 | 18:29

Di Forum Ekonomi Vladivostok, Prabowo Beberkan Alasan RI Tetap Jalankan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:23

BGN ‘Berdosa’ Jika Biarkan Korban Keracunan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:19

Profil Lionel Messi, Akhiri Karier Internasional dengan 125 Gol

Kamis, 03 September 2026 | 17:57

Prabowo Dorong Rute Langsung RI-Vladivostok untuk Perkuat Hubungan Ekonomi

Kamis, 03 September 2026 | 17:43

Anggaran MBG 2027 Capai Rp232,876 Triliun

Kamis, 03 September 2026 | 17:40

Kemenkop Tegaskan Anggaran Rp103 Miliar Bukan untuk Podcast

Kamis, 03 September 2026 | 17:35

Mantan Pemain Timnas Iwan Setiawan Meninggal Dunia, Ini Jejak Kariernya di Sepak Bola Indonesia

Kamis, 03 September 2026 | 17:25

IHSG-Rupiah Kompak Cerah Hari Ini

Kamis, 03 September 2026 | 17:23

Demo Kantor Agrinas Diduga Ditunggangi Oknum

Kamis, 03 September 2026 | 17:08

Selengkapnya