Berita

Presiden Prabowo Subianto menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Nahdlatul Ulama (NU). (Foto: istimewa)

Politik

Pemberian KTA NU kepada Prabowo Munculkan Beragam Tafsir

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 15:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Langkah tersebut dinilai sebagai gestur politik yang memiliki beragam tafsir.

Pengamat politik AS Hikam mengatakan, pemberian KTA NU kepada Prabowo merupakan hal yang unik jika melihat sejarah kepresidenan di Indonesia. Menurutnya, selain Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Prabowo menjadi presiden yang secara resmi mengakui sekaligus menerima KTA NU.

"Prabowo terima kartu tanda anggota NU merupakan suatu yang bisa dikatakan keunikan. Karena saya kira dalam sejarah Republik ini selain almarhum Gus Dur, Presiden RI yang resmi mengakui dan mendapat kartu NU yang baru Pak Prabowo," kata AS Hikam di kanal Youtube Bambang Widjojanto, Kamis, 3 September 2026.


Menurutnya, pemberian KTA tersebut dapat dipandang sebagai sebuah gestur politik yang memungkinkan munculnya berbagai interpretasi. Salah satunya adalah keinginan pemerintah untuk membangun kedekatan yang lebih kuat dengan NU.

Namun, AS Hikam menilai ada hal yang menarik dari proses pemberian KTA tersebut. Sebab, menurut dia, justru Prabowo yang sebelumnya menyampaikan keinginan untuk menjadi anggota NU.

Ia mengingatkan pernyataan Prabowo saat pembukaan Muktamar ke-35 NU. Ketika itu, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya akan kembali datang apabila telah mendapatkan KTA NU.

"Kalau dilihat lagi kan yang minta Prabowo untuk jadi anggota," katanya.

AS Hikam menilai Prabowo tampak terkejut sekaligus senang ketika keinginannya tersebut akhirnya terwujud. Pernyataan Prabowo pada pembukaan Muktamar juga dinilai menunjukkan adanya keinginan kuat untuk mendapatkan KTA NU.

"Kalau sudah kayak gitu kan bisa ditafsirkan sebagai perintah," tuturnya.

Menurut AS Hikam, jika melihat rangkaian peristiwa tersebut, penerimaan KTA NU oleh Prabowo juga dapat dimaknai sebagai bentuk kebanggaan politik. Bahkan, ia membuka kemungkinan munculnya fenomena serupa apabila organisasi-organisasi lain turut memberikan KTA kepada Presiden.

"Mungkin juga kebanggaan kalau sampai presiden nanti rame-rame organisasi lain juga akan memberikan KTA-nya masing-masing," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya