Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

ERAA Siapkan Dana Jumbo, Buyback Saham Dimulai Besok

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 14:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham. Langkah ini dilakukan di tengah kondisi pasar modal yang dinilai mengalami fluktuasi signifikan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 3 September 2026, ERAA akan membeli kembali sebanyak-banyaknya 797,50 juta saham atau setara dengan maksimal 5 persen dari saham perseroan.

"Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan sebanyak-banyaknya jumlah sebesar Rp500 miliar," ujar manajemen ERAA dalam keterbukaan informasi BEI.


Buyback akan dilaksanakan secara bertahap melalui BEI selama tiga bulan, mulai 4 September hingga 4 Desember 2026. Untuk pelaksanaannya, ERAA menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Manajemen perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan ritel perangkat telekomunikasi serta elektronik ini menyatakan jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi batas 20 persen dari modal disetor sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 13 Tahun 2023.

Dana buyback seluruhnya akan berasal dari kas internal perseroan. Manajemen menilai aksi korporasi tersebut tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan operasional ERAA.

"Dengan asumsi perseroan menggunakan kas internal untuk pembelian kembali saham perseroan sebesar Rp500 miliar, maka aset dan ekuitas akan mengalami penurunan sesuai dengan tabel proforma di bawah ditambah biaya transaksi pembelian kembali saham," kata manajemen.

Meski aset dan ekuitas akan mengalami penurunan akibat penggunaan kas internal, ERAA menyatakan masih memiliki sumber daya yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha. Dampak terhadap biaya operasional juga diperkirakan tidak material sehingga kinerja laba-rugi tetap berada dalam koridor target perseroan.

Manajemen menegaskan ERAA memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk menjalankan buyback sekaligus mempertahankan pembiayaan kegiatan usaha. Dengan kondisi tersebut, perseroan meyakini aksi pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya