Berita

Direksi PT Avrist Assurance saat konferensi pers di Jakarta (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Avrist Tancap Gas, Kinerja Semester I 2026 Makin Solid

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 13:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kinerja PT Avrist Assurance pada semester I 2026 menunjukkan perbaikan signifikan. Perusahaan mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp122 miliar, melonjak 200 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan PT Avrist Assurance Agus Setiawan mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan upaya perusahaan menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat tata kelola dan perlindungan bagi nasabah.

"Kinerja semester pertama tahun 2026 menunjukkan hasil positif yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan, tata kelola yang kuat, serta perlindungan optimal bagi nasabah," kata Agus kepada media di Jakarta, Kamis 3 September 2026.


Dari sisi neraca, Avrist Assurance membukukan total aset Rp5,9 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp2 triliun. Perusahaan juga mencatat premi bruto Rp234 miliar dan pendapatan investasi Rp55 miliar sepanjang semester pertama 2026.

Di tengah kinerja tersebut, pembayaran klaim dan manfaat tercatat Rp271 miliar, sedangkan beban operasional berada di level Rp108 miliar.

Agus menjelaskan, peningkatan laba tidak terlepas dari pengelolaan aset investasi yang dilakukan secara selektif dan tepat sasaran. Selain itu, angka klaim yang lebih baik dan terkendali turut memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan.

Efisiensi juga menjadi salah satu faktor penting. Perusahaan melakukan penghematan biaya operasional secara disiplin untuk menjaga kualitas kinerja di tengah dinamika industri asuransi.

Dari sisi permodalan, kondisi Avrist Assurance juga berada jauh di atas ketentuan regulator. Risk Based Capital (RBC) bisnis konvensional tercatat 708 persen, dibandingkan batas minimum OJK sebesar 120 persen.

Sementara itu, RBC dana perusahaan syariah mencapai 7.000 persen dan dana tabarru syariah sebesar 460 persen. Posisi tersebut menunjukkan kapasitas permodalan perusahaan yang sangat kuat dalam menopang kegiatan usaha dan menghadapi risiko.

Meski mencatat kinerja positif, industri asuransi tetap menghadapi sejumlah tantangan. Transformasi digital menjadi salah satu fokus, seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan sistem otomatis untuk mendukung operasional serta layanan kepada nasabah.

Pada lini kesehatan, industri juga mulai menerapkan skema berbagi biaya atau co-payment. Di sisi konsumen, perubahan perilaku turut mendorong permintaan terhadap produk asuransi digital yang lebih cepat dan fleksibel.

Selain itu, perusahaan perlu terus beradaptasi dengan perubahan regulasi, termasuk penerapan PSAK 117 dan ketentuan permodalan baru.

Dengan kombinasi pertumbuhan laba, efisiensi biaya, pengelolaan investasi yang selektif, serta posisi permodalan yang kuat, Avrist Assurance memasuki paruh kedua 2026 dengan fondasi keuangan yang relatif solid.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya