Berita

Menteri Perdagangan Budi Santoso (kanan) dan Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Ghani (kiri) dalam Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia-Malaysia, Kamis 3 September 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

RI-Malaysia Kembali Perkuat Kerja Sama Perdagangan dan Investasi

Setelah Absen 9 Tahun
KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 13:39 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Setelah absen selama sembilan tahun, forum Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia-Malaysia kembali digelar untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, forum tingkat menteri tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan berbagai kesepakatan bilateral dapat ditindaklanjuti dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian kedua negara.

“Pertemuan hari ini telah menghasilkan sejumlah kesepahaman dan komitmen bersama,” ujar Budi di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kamis 3 September 2026. 


Dalam forum tersebut, terdapat lima poin utama yang disepakati. Pertama, memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi bilateral melalui mekanisme yang relevan.

Kedua, meningkatkan efektivitas implementasi Border Trade Agreement (BTA). Ketiga, memperluas akses pasar dan fasilitasi perdagangan bagi kedua negara, termasuk produk pertanian dan pangan, sekaligus menyelesaikan berbagai hambatan yang ada.

Keempat, kedua negara berkomitmen mendorong iklim investasi yang kondusif. Kelima, kerja sama strategis akan dilanjutkan di sejumlah bidang, seperti perdagangan elektronik (e-commerce), pertanian, hingga standarisasi halal.

Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Ghani, mengatakan terdapat banyak isu penting bagi kedua negara yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Salah satunya adalah Perjanjian Perdagangan Perbatasan yang telah kita tanda tangani pada tahun 2023 dan akan efektif berlaku pada bulan Juli 2026. Kita berharap perjanjian perbatasan ini dapat memfasilitasi banyak kegiatan ekonomi antara kedua negara,” ujar Johari.

Pertemuan JTIC juga membahas kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) yang diterapkan pemerintah Indonesia. Johari mengatakan Malaysia kini telah memahami maksud dan tujuan kebijakan tersebut.

“Sebagai komunitas bisnis Malaysia, kita akan mendukung kebijakan tersebut, apa pun yang baik untuk Indonesia. Jika kita ingin datang ke sini untuk berbisnis, kita akan terus mematuhi kebijakan yang berlaku di Indonesia,” kata Johari.

Selain penguatan kerja sama, pertemuan tersebut juga mencatat nilai perdagangan dan investasi kedua negara. Tahun lalu, total perdagangan Indonesia dan Malaysia mencapai 114 miliar ringgit.

Sementara pada kurun waktu 2023 hingga 2025, Malaysia telah membawa investasi ke Indonesia sekitar 70 miliar ringgit.

“Kita telah membawa investasi ke Indonesia sekitar 70 miliar ringgit. Nilai tersebut setara dengan sekitar 17 miliar dolar AS, selama hampir tiga tahun,” kata Johari.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya