Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya Siapkan Layer Baru Cukai Rokok, Pengusaha Ilegal Diminta Ikuti Aturan

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 12:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tetap melanjutkan rencana penambahan layer tarif cukai hasil tembakau (CHT).

Kebijakan tersebut disiapkan sebagai salah satu langkah pemerintah untuk menekan peredaran rokok ilegal sekaligus mendorong pelaku usaha masuk ke dalam sistem yang legal.

Purbaya mengatakan, pemerintah akan memberikan kesempatan kepada produsen rokok ilegal untuk mengikuti ketentuan yang ditetapkan, termasuk membayar cukai kepada negara.


"Saya akan coba deh buka layer baru cukai rokok, anda masuk ke situ, anda ikuti kesempatan yang diberikan pemerintah," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta dikutip Kamis, 3 September 2026.

Menurutnya, pemerintah sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah produsen rokok ilegal. Mereka diminta mengikuti aturan yang telah disiapkan pemerintah.

Purbaya menjelaskan, penataan layer cukai juga bertujuan menciptakan persaingan usaha yang lebih adil. Dengan demikian, pelaku usaha yang selama ini beroperasi secara ilegal diharapkan dapat beralih ke jalur resmi.

Pasalnya, peredaran rokok ilegal kerap dilakukan dengan berbagai modus, mulai dari penyalahgunaan dan pemalsuan pita cukai hingga menjual rokok tanpa pita cukai. Praktik tersebut membuat harga rokok ilegal lebih murah dibandingkan produk yang beredar secara resmi.

Meski demikian, Purbaya menegaskan penindakan terhadap rokok ilegal tetap dilakukan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) akan terus mengawasi dan menindak pelaku usaha yang tidak mematuhi aturan.

"Setelah kebijakan itu ada, kalau mereka enggak masuk juga (ke sistem yang legal), ya sudah kita berantas habis. Jadi ada fair game," tegasnya.

Lebih lanjut, Purbaya mengatakan pemerintah akan segera membawa rencana penambahan layer cukai tersebut ke DPR untuk dibahas bersama parlemen.

"Nanti kami akan menghadap ke DPR setelah (pembahasan) APBN ini selesai," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya