Berita

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto (Foto: RMOL)

Politik

Judol Tak Masuk RUU Perampasan Aset, Ada Apa dengan Panja?

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 11:03 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, mempertanyakan belum masuknya tindak pidana perjudian online (judol) dalam daftar kejahatan yang dapat menjadi sasaran perampasan aset melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset Terkait Tindak Pidana.

Sorotan tersebut muncul setelah Komisi III DPR mengungkapkan terdapat 13 jenis tindak pidana yang diusulkan masuk dalam cakupan RUU Perampasan Aset. Di antaranya korupsi, narkotika dan psikotropika, terorisme, hingga perdagangan orang.

Menurut Hari, pembatasan ruang lingkup terhadap 13 tindak pidana tersebut perlu mendapat perhatian serius. Sebab, masih terdapat kejahatan lain yang memiliki dampak ekonomi dan sosial besar serta menjadi perhatian luas masyarakat, salah satunya perjudian online.


"Kenapa judi online tidak masuk dalam pidana perampasan aset. Padahal Panja Judi Online di bawah Komisi I DPR RI ada, tapi hasil kerjanya kok gak diumumkan?" kata Hari kepada RMOL, Kamis, 3 September 2026.

Hari juga mempertanyakan keberlanjutan dan transparansi kerja Panitia Kerja (Panja) Judi Online yang sebelumnya dibentuk di bawah Komisi I DPR.

"Ada apa dengan Panja Judi Online?" tegasnya.

Menurut Hari, pemberantasan judol tidak cukup hanya berfokus pada pelaku di lapangan. Negara juga perlu memperkuat upaya menelusuri, menyita, dan merampas aset yang diduga berasal dari aktivitas perjudian ilegal tersebut.

Hal itu penting mengingat judol memiliki perputaran uang besar dan melibatkan jaringan kompleks, mulai dari penggunaan rekening hingga transaksi digital yang berpotensi berkaitan dengan praktik pencucian uang.

Sorotan tersebut sejalan dengan perhatian yang sebelumnya muncul dalam pembahasan RUU Perampasan Aset. Anggota Komisi III DPR Abdullah pada Juli 2026 pernah mendorong agar instrumen tersebut turut dikaji untuk menjangkau kasus perjudian online yang dinilai semakin masif.

Di sisi lain, aparat penegak hukum (APH) telah melakukan perampasan aset terkait perkara judol melalui mekanisme hukum yang berlaku. Pada Maret 2026, Bareskrim Polri menyerahkan aset hasil perkara judol senilai Rp58,1 miliar kepada negara setelah perkara tersebut berkekuatan hukum tetap.

Hari menilai fakta tersebut semestinya menjadi pertimbangan DPR dalam menyempurnakan substansi RUU Perampasan Aset agar mampu menjawab perkembangan kejahatan modern.

"Jangan sampai regulasi yang disiapkan untuk memulihkan aset hasil kejahatan justru meninggalkan sektor kejahatan dengan perputaran uang yang besar dan dampak luas terhadap masyarakat," ujarnya.

Karena itu, SDR mendorong DPR mengevaluasi kembali daftar tindak pidana dalam RUU Perampasan Aset, termasuk mempertimbangkan judol sebagai salah satu tindak pidana yang dapat menjadi objek penelusuran dan perampasan aset.

Hari juga menilai publik berhak mengetahui sejauh mana keseriusan negara dan DPR dalam menindak jaringan judol, termasuk hasil kerja Panja Judi Online yang pernah dibentuk Komisi I DPR.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya