Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Minyak Berfluktuasi di Kisaran 95 Dolar AS

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 10:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak masih berfluktuasi di tengah ketidakpastian setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat dalam serangan militer. Investor mencermati perkembangan konflik tersebut karena eskalasi lebih lanjut berpotensi mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah.

Pada perdagangan Kamis, 3 September 2026, harga minyak mentah Brent berjangka dibuka turun 43 sen atau 0,45 persen menjadi 95,20 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 24 sen atau 0,26 persen menjadi 90,77 Dolar AS per barel.

Pergerakan harga minyak sebelumnya juga cukup volatil. Harga Brent dan WTI sempat naik hingga sekitar 2 Dolar AS per barel, tetapi kemudian berbalik turun sekitar 1 Dolar AS per barel dalam sesi perdagangan sebelumnya. Level tertinggi yang sempat dicapai kedua patokan tersebut merupakan yang tertinggi sejak 24 Juli.


Tekanan terhadap harga minyak muncul setelah terdapat tanda-tanda bahwa ketegangan terbaru antara AS dan Iran mulai mereda.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengatakan operasi militer terbaru terhadap Iran tidak akan berlangsung terlalu lama. Ia juga menyebut pasukan AS telah menargetkan sistem radar dan rudal Iran.

Meski demikian, risiko terhadap pasokan minyak masih menjadi perhatian pasar, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pengiriman energi global.

Data awal Kpler menunjukkan hanya empat kapal pengangkut komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Rabu. Jumlah tersebut jauh di bawah rata-rata 10 hari yang mencapai sekitar 13 kapal.

Iran juga menambah sejumlah kapal ke dalam daftar kapal yang dianggap tidak patuh. Kapal-kapal tersebut dapat menghadapi denda, penyitaan, atau penahanan jika mencoba melintasi Selat Hormuz.

Di sisi lain, AS mengatakan sekitar 17 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz pada Senin. Menurut AS, volume tersebut merupakan yang terbesar sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya