Berita

Pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah. (Foto: Dokumentasi BPBD Kalteng)

Politik

Karhutla Kalimantan Ancam Satwa Endemik, DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 10:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tak hanya mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat. Bencana ekologis ini juga mengancam habitat serta keberlangsungan satwa dan tumbuhan endemik.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi NasDem, Rajiv, meminta pemerintah memasukkan perlindungan satwa sebagai bagian penting dalam penanganan karhutla.

Menurut Rajiv, Kalimantan merupakan salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi yang menjadi habitat berbagai satwa dan tumbuhan langka, seperti orang utan, bekantan, burung rangkong, pohon ulin, hingga beragam spesies anggrek.


“Karhutla tidak hanya menghilangkan pepohonan, tetapi juga sumber makanan, air, dan habitat satwa. Kekayaan genetik Indonesia pun berpotensi ikut musnah,” ujar Rajiv, kepada wartawan, Kamis, 3 September 2026.

Rajiv mengatakan ancaman terhadap satwa tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Satwa yang berhasil menyelamatkan diri tetap harus menghadapi hilangnya habitat dan sumber makanan.

Kondisi tersebut juga berpotensi memicu konflik antara satwa dan manusia. Satwa yang kehilangan habitat dan pakan dapat masuk ke kawasan perkebunan, hutan sekunder, bahkan permukiman warga untuk mencari sumber makanan.

Karena itu, Rajiv mendorong pemerintah mengubah pola penanganan karhutla dari sekadar respons ketika kebakaran terjadi menjadi sistem pencegahan permanen berbasis risiko.

Upaya tersebut, kata dia, harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan kementerian terkait, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, pemegang konsesi, masyarakat adat, serta masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Situasi ini harus dilihat sebagai krisis ekologis, bukan sekadar persoalan pemadaman api. Setiap titik panas harus segera diverifikasi, ditelusuri sumbernya, dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran besar,” tegas Legislator NasDem ini.

Selain pencegahan, Rajiv meminta Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup menyiapkan protokol tanggap darurat khusus untuk satwa terdampak karhutla.

Protokol tersebut mencakup pemetaan habitat dan koridor satwa, pembentukan tim penyelamatan dan layanan kesehatan satwa, penyediaan habitat sementara, serta pemantauan kondisi satwa setelah kebakaran.

Menurut Rajiv, perlindungan habitat satwa juga tidak boleh hanya berfokus pada kawasan konservasi. Pemerintah perlu memperkuat koridor ekologis dan areal preservasi, sekaligus membangun kerja sama dengan pemegang konsesi dan masyarakat.

“Perlindungan satwa harus menjadi bagian integral dari penanganan karhutla. Jangan sampai kita hanya menyelamatkan hutan dari api, tetapi kehilangan kekayaan hayati yang ada di dalamnya,” demikian Rajiv.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya