Berita

Wamenlu RI Anis Matta (Foto: Kemlu RI)

Dunia

Anis Matta: GNB Tidak Boleh Terjebak Romantisme Masa Lalu

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 10:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta menegaskan Gerakan Non-Blok (GNB) tidak boleh hanya menjadi romantisme masa lalu, tetapi harus mengambil peran dalam membentuk masa depan dunia.

Hal itu disampaikan Anis saat mewakili Presiden Republik Indonesia dalam Pertemuan Peringatan 65 Tahun KTT Pertama GNB yang diselenggarakan Pemerintah Serbia di Beograd pada 30 Agustus-1 September 2026. 

Dalam pertemuan tersebut, Anis menekankan arti penting Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 yang mengilhami terbentuknya GNB.


“Sejalan dengan semangat mulia ini, GNB tidak boleh terjebak menjadi romantisme masa lalu. GNB harus menjadi bagian dari upaya kita membentuk masa depan” tegas Wamenlu, dikutip Kamis, 3 September 2026.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Anis menegaskan tiga hal yang perlu diperkuat GNB ke depan. Pertama, menjaga semangat solidaritas dan persaudaraan serta terus berjuang untuk kemerdekaan.

“Kemerdekaan Palestina adalah hutang sejarah yang harus ditunaikan GNB”, ujar Wamenlu.

Kedua, GNB perlu membangun kemandirian strategis, terutama di sektor vital seperti pangan, teknologi, dan energi. Kemandirian strategis dinilai penting untuk memastikan negara-negara tetap kokoh menghadapi tantangan geopolitik masa kini. 

Ketiga, GNB harus menjadi bagian dari upaya mewujudkan masa depan yang berlandaskan keadilan, kemerdekaan dan kerja sama.

Di sela-sela kegiatan, Wamenlu Anis juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Serbia, Wamenlu Serbia, serta Wamenlu Arab Saudi. 

Pertemuan tersebut membahas beragam peluang kerja sama untuk menguatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan negara-negara tersebut.

KTT Pertama GNB diselenggarakan di Beograd pada 1961 dan dihadiri para pemimpin negara-negara berkembang saat itu, termasuk Presiden Soekarno.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya