Berita

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih. (Foto: Dok PKS)

Politik

Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 09:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Badan Pusat Statistik (BPS) diminta meningkatkan akurasi data pengelompokan desil masyarakat seiring dengan pagu anggaran Tahun Anggaran 2027 yang mencapai Rp6,47 triliun.

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, mengatakan akurasi data tersebut dinilai krusial karena menjadi salah satu acuan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) maupun penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Catatan dari PKS supaya BPS terus meningkatkan perhatian terhadap akurasi data yang akan menghasilkan rumusan desil masyarakat. Mengingat kelompok desil menjadi dasar untuk penentuan penerima bantuan sosial,” ujar Fikri, Kamis, 3 September 2026.


Meskipun rumusan desil ini sumber datanya berasal dari gabungan beberapa kementerian/lembaga (K/L)—paling tidak dari Kemenko PMK, Kemensos, Kemendagri, dan BPS sendiri—namun BPS menjadi pihak yang pada akhirnya menyusun kembali data tersebut menjadi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Politikus PKS ini menyoroti dinamika pengelompokan desil 9–10 yang belakangan memicu polemik karena berdampak langsung pada penentuan tarif UKT dan beasiswa mahasiswa.

Menurutnya, akar masalah terletak pada sistem pendataan makro yang statis sehingga lambat menangkap perubahan ekonomi keluarga secara real-time, serta tersumbatnya saluran komunikasi masyarakat.

Sebagai solusi, Fikri mendorong BPS dan pemerintah menyediakan portal “usul-sanggah” yang terintegrasi dan otomatis aktif saat data dirilis. Dengan begitu, koreksi warga dipandang sebagai bagian wajar dari pemutakhiran data, bukan sekadar respons krisis.

Selain itu, ia juga meminta adanya sinergi validasi mikro yang melibatkan pihak kampus dan pengurus RT/RW, serta terbangunnya ekosistem data yang kolaboratif antara BPS, Kemendikdasmen, Kemendiktisaintek, dan instansi terkait.

“Dengan pendekatan yang lebih kolaboratif dan proaktif, akurasi data BPS akan terus meningkat dan potensi hambatan akses pendidikan akibat masalah administratif dapat dicegah sejak dini,” pungkas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes) ini.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya