Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 08:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia kembali naik pada penutupan perdagangan Rabu 2 September 2026, setelah sempat jatuh ke level terendah dalam hampir sebulan. 

Kenaikan ini terjadi karena Dolar Amerika Serikat (AS )dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury turun dari posisi tertingginya, sementara investor menunggu data tenaga kerja AS terbaru untuk melihat arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed.

Pergerakan positif ini turut dialami oleh berbagai logam mulia lainnya di pasar global. 


Emas spot melonjak 1,1 persen menjadi 4.376,41 Dolar AS per ons, bangkit dari titik terendahnya sejak 7 Agustus. 

Senada dengan itu, emas berjangka AS untuk kontrak Desember ditutup naik 0,4 persen menjadi 4.414,60 Dolar AS per ons. 

Logam mulia lain juga mencatat penguatan, di mana perak spot naik 1,2 persen menjadi 65,03 Dolar AS per ons, platinum menguat 0,9 persen menjadi 1.756,39 Dolar AS per ons, dan palladium melambung paling tinggi sebesar 3,18 persen menjadi 1.352,74 Dolar AS per ons.

Pemulihan harga emas dipicu oleh melemahnya imbal hasil obligasi dan Dolar AS setelah sempat mencapai level tertinggi. Penurunan tersebut membuat emas kembali menarik bagi investor setelah sempat tertekan. 

Selain faktor mata uang, pasar saat ini sangat fokus menunggu laporan data ketenagakerjaan nonfarm payrolls AS yang akan dirilis pada Jumat untuk memperkirakan langkah selanjutnya dari The Fed.

Berdasarkan alat pantau CME Group, pelaku pasar memperkirakan ada peluang 64 persen kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan ini. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya berdampak negatif bagi emas karena aset tersebut tidak memberikan hasil bunga. 

Di luar dinamika pasar keuangan, bank sentral Belanda juga mengumumkan telah memindahkan 86 ton cadangan emasnya dari New York dan Ottawa ke London agar lebih mudah diperjualbelikan dan lebih siap menghadapi krisis.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya