Berita

Acara Panen Raya dan Field Day Demplot Trichoderma di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 12 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 04:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Di tengah upaya mengurangi ketergantungan pertanian pada input kimia, TrichoMeta Thanos, inovasi Trichoderma hasil pengembangan riset startup binaan IPB University, Planteria, menunjukkan hasil menjanjikan. 

Lewat produk TrichoMeta Thanos, penerapannya pada budi daya bawang merah di Nganjuk mampu meningkatkan produktivitas, mengurangi penggunaan pupuk kimia, hingga meningkatan kesuburan tanah.

CEO Planteria, Bambang Sutrisno, menyampaikan bahwa aplikasi Trichoderma untuk demplot bawang merah diterapkan di lahan seluas 7.135,2 m² dengan melibatkan delapan petani. 


“Hasil panen menunjukkan penggunaan TrichoMeta Thanos mampu meningkatkan produktivitas bawang merah sekitar 40 persen, meningkatkan kesuburan tanah, dan menekan penggunaan pupuk kimia sebesar 40 persen,” ungkap Bambang dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Planteria sebelumnya telah menggelar kegiatan Panen Raya dan Field Day Demplot Trichoderma di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 12 Agustus 2026.

Inovasi ini menjadi bagian dari hilirisasi hasil riset Planteria bersama dosen dan peneliti IPB University melalui Program Inkubasi Bisnis Startup PRIME STeP Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB.

“Harapannya, seluruh pihak di Nganjuk dapat berkolaborasi untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani bawang merah melalui penerapan teknologi yang tepat,” ujar Bambang.

Kepala LPA2I IPB University, Dr Handian Purwawangsa, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan contoh nyata hilirisasi hasil riset perguruan tinggi. Menurutnya, inovasi tidak cukup berhenti pada tahap penelitian, tetapi perlu diimplementasikan untuk menjawab persoalan nyata di lapangan. 

Planteria menjalani proses inkubasi selama tiga tahun di LPA2I IPB melalui program PRIME STeP. Inovasi Trichoderma yang dikembangkan diarahkan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian. 

“Saat ini, LPA2I IPB University membina sekitar 72 startup melalui fasilitasi bootcamp, coaching, mentoring, hingga business matching untuk mendorong pengembangan inovasi yang berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.

Dr  Handian juga berkomitmen dalam penguatan branding bawang merah Nganjuk agar memiliki nilai tambah dan daya saing pasar. Aplikasi Trichoderma akan terus diuji coba lebih lanjut guna memperkuat bukti manfaat inovasi yang dihasilkan. Selain itu, ia turut mendorong pengembangan komoditas rotasi bernilai ekonomi tinggi seperti kedelai edamame.

Bupati Nganjuk, Dr H Marhaen Djumadi, mengapresiasi kolaborasi IPB University dan Planteria dalam mendukung pengembangan pertanian daerah. Menurutnya, bawang merah dan kedelai merupakan komoditas prioritas Nganjuk. 

Ia juga menyoroti tantangan fluktuasi harga bawang merah akibat pasokan yang melimpah pada waktu bersamaan. Karena itu, diperlukan pengaturan pola tanam dan waktu panen, penguatan koperasi, serta akses pembiayaan dan strategi tunda jual bagi petani.

“Petani memiliki lahan yang praktis, tetapi membutuhkan ilmu dan hasil penelitian dari perguruan tinggi seperti yang dilakukan Planteria melalui penggunaan Trichoderma yang dapat mengurangi penggunaan pupuk nonorganik serta meningkatkan produksi,” ujarnya.

Kegiatan turut dihadiri Asisten Bidang Inkubasi Bisnis LPA2I dan tim, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Camat Rejoso, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) BPP Kecamatan Rejoso, Kepala Desa Mojorembun, Ketua RT dan RW, serta perwakilan kelompok tani. Rangkaian kegiatan meliputi kunjungan demplot, panen simbolis, dan dialog bersama petani.

Melalui kegiatan ini, LPA2I IPB dan Planteria akan terus mendorong perluasan penerapan teknologi Trichoderma sebagai inovasi pertanian ramah lingkungan yang berpotensi meningkatkan produktivitas, mengurangi ketergantungan terhadap input kimia, serta mendukung kesejahteraan petani dan keberlanjutan pertanian di Nganjuk.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya