Berita

Ketua Umum Pendekar 08 Ancilla Yanny Irmella (tengah) bersama warga terdampak gempa di NTT. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Pendekar 08 Perkuat Semangat Warga Terdampak Gempa NTT

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 23:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum Pendekar 08 Ancilla Yanny Irmella menegaskan aksi kemanusiaan yang dilakukan organisasinya bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak berhenti pada penyaluran bantuan. 

Kehadiran langsung para relawan di tengah warga juga menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan moril dan membangun semangat masyarakat untuk melewati masa sulit pascabencana.

Pendekar 08 mendatangi sejumlah wilayah terdampak, salah satunya Kecamatan Kuwus Barat. Di wilayah tersebut, bantuan diberikan kepada masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan, termasuk warga yang masih harus bertahan di tempat pengungsian sementara.


Selain membawa kebutuhan dasar, relawan juga menggelar kegiatan trauma healing untuk membantu masyarakat, terutama keluarga dan anak-anak, menghadapi dampak psikologis setelah mengalami gempa.

Ancilla mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah dan perangkat setempat agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Informasi dari aparat wilayah, menurut dia, menjadi penting bagi relawan untuk memahami secara langsung kondisi maupun kebutuhan warga di lapangan.

"Kami ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas informasi, bantuan, dan kerja sama yang telah diberikan kepada kami. Berkat informasi dari perangkat desa pak camat dan tim, kami bisa sampai ke titik ini dan dapat melihat langsung kondisi serta kebutuhan masyarakat di sini," ucap Ancilla dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 2 September 2026. 

Menurut dia, melihat langsung kondisi masyarakat menjadi bagian penting dari misi kemanusiaan tersebut. Dengan hadir di lokasi terdampak, relawan tidak hanya mengetahui kebutuhan warga berdasarkan laporan, tetapi juga dapat berinteraksi dan memberikan dukungan secara langsung kepada keluarga yang tengah menjalani proses pemulihan.

Ia menekankan bahwa aksi Pendekar 08 membawa semangat solidaritas dan kebersamaan dengan masyarakat. Karena itu, bantuan material berjalan beriringan dengan upaya membangun kedekatan dan menunjukkan bahwa warga terdampak tidak menghadapi situasi sulit tersebut sendirian.

"Kami dari Pendekar 08 datang bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk membangun silaturahmi dan menunjukkan kepedulian kami kepada masyarakat," tuturnya.

Ancilla berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat dalam masa darurat sekaligus menjadi bagian dari dukungan bersama terhadap proses pemulihan pascagempa.

"Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat dan menjadi langkah kecil yang berarti bagi masyarakat," harapnya.

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Pendekar 08 menyalurkan berbagai kebutuhan bagi warga terdampak, mulai dari perlengkapan tempat berlindung, bahan pangan, kebutuhan keluarga dan anak-anak, hingga perlengkapan kebersihan diri.

Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang sebagian rumahnya mengalami kerusakan dan untuk sementara harus tinggal di lokasi pengungsian maupun tempat berlindung darurat.

Aksi kemanusiaan Pendekar 08 tidak hanya dilakukan di Kecamatan Kuwus Barat. Bantuan juga diarahkan ke sejumlah wilayah terdampak gempa lainnya di Pulau Flores, di antaranya Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, serta Kabupaten Nagekeo, NTT.

Melalui keterlibatan langsung para relawan di sejumlah titik terdampak, Pendekar 08 berupaya menggabungkan bantuan kebutuhan dasar dengan pendampingan kemanusiaan. Kehadiran tersebut diharapkan dapat ikut memperkuat semangat masyarakat untuk bangkit dan menjalani proses pemulihan setelah bencana.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya