Berita

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Kementerian Kehutanan, Jakarta Pusat pada Selasa 1 September 2026. (Foto: RMOL)

Nusantara

Menhut Klaim Hotspot Karhutla Nasional Menurun

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 17:02 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengklaim tren jumlah titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan penurunan pada akhir Agustus 2026.
 

Hal ini dikatakan Raja Juli berdasarkan data yang dirilis di https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/ milik Kementerian Kehutanan pada akhir Agustus 2026.

Dari data Sipongi tersebut, Provinsi Riau dan Jambi tercatat sudah nol hotspot per 31 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.

Dari data Sipongi tersebut, Provinsi Riau dan Jambi tercatat sudah nol hotspot per 31 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.

"Kita lihat data dari tanggal 1 Agustus sampai dengan 31 Agustus (menurun)," kata Raja Juli di Kementerian Kehutanan, Jakarta pada Selasa 1 September 2026.

Menurut Menhut, kondisi di Riau turut menunjukkan perkembangan positif karena dalam dua hari terakhir tidak terdeteksi hotspot.

"Dua provinsi yang paling bawah yaitu Riau dan Jambi hotspotnya sudah nol, alhamdulillah, dan bahkan Riau sudah dua hari terakhir sudah nol," kata Raja Juli.

Meski begitu, kata Raja Juli, masih ditemukan hotspot di wilayah Sumatra lainnya.

"Di Sumatra Selatan hotspot ada 37, tapi ketika dicek fire spotnya ternyata hanya 11," kata Raja Juli.

Bergeser ke Provinsi Kalimantan Selatan tercatat 22 hotspot. Bahkan bila dijumlah, hotspot sempat mencapai titik tertinggi pada 29 Agustus dengan 1.118 titik. Setelah itu, jumlahnya kembali menurun.

"Dari tanggal 29 Agustus di puncaknya 1.118 hotspot, tapi kemudian berkat kerja sama akhirnya bisa turun," kata Raja Juli.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya