Berita

Konferensi pers JITEX 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta. (Foto: PPID)

Bisnis

JITEX 2026 Jadi Ajang Temu Investor, Transaksi Ditarget Rp16 Triliun

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 13:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jakarta International Investment, Tourism, Trade and SMEs Expo (JITEX) 2026 kembali digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama sektor swasta dengan membidik potensi transaksi dan investasi hingga Rp16 triliun.

Ajang yang mempertemukan pelaku usaha, investor, dan pembeli tersebut akan berlangsung pada 16–19 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.

JITEX 2026 menghadirkan sejumlah agenda bisnis, mulai dari pameran produk, business matching, forum bisnis dan investasi, hingga penandatanganan kerja sama antara pemasok, pembeli, dan investor.


Ketua Umum Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, mengatakan target Rp16 triliun berasal dari potensi investasi dan perdagangan. 

JITEX menjadi pintu bagi produk lokal, termasuk produk binaan Jakpreneur, untuk masuk ke jaringan ritel modern dan pasar business to business (B2B).

“ATTEC dan HIPPINDO memiliki jaringan dengan berbagai asosiasi pemasok yang menaungi pelaku UMKM. Kami harapkan jaringan ini bisa menjadi jalur bagi produk lokal Jakarta masuk ke ritel modern, restoran, hingga sektor makanan dan minuman,” kata Budi dalam konferensi pers JITEX 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Selain perdagangan, JITEX menjadi wadah penjajakan investasi asing. Sejumlah agenda investment forum telah dilakukan di Guangzhou dan Shenzhen, China. Hasil penjajakan tersebut dibawa ke JITEX 2026 guna mempertemukan calon investor dengan pelaku usaha di Indonesia.

“Harapannya mereka tertarik untuk membuka perusahaan dan berusaha di Indonesia. Kita juga harapkan mereka dapat membeli barang-barang lokal dan membawa investasi,” kata Budi.

Mengusung tema “Ignite the Economy”, JITEX 2026 juga diarahkan untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai lokomotif perekonomian nasional. Budi menilai posisi Jakarta sebagai pusat perdagangan dan bisnis membuat pergerakan ekonomi di ibu kota dapat memberi dampak terhadap daerah lain.

“Jakarta ini sangat sentral. Ignite the Economy ini memang nanti dari Jakarta bisa menyalakan ekonominya,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, mengatakan JITEX tahun ini merupakan yang ketiga dan untuk pertama kalinya digelar asosiasi usaha tanpa menggunakan APBD.

Menurutnya, pola tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi tidak selalu harus bergantung pada anggaran pemerintah. Dampak kolaborasi juga perlu diukur, termasuk melalui sinergi organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), dan sektor swasta.

“Kami rasa akan menjadi hal yang sangat bagus jika kita menghitung kegiatan bukan dari jumlah event-nya saja, tapi kita bisa mengukur dampaknya sekaligus menjadikan ini sebagai batu uji untuk memperkuat kolaborasi,” jelas Yustinus, mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,52 persen pada triwulan II menunjukkan kuatnya peran ibu kota sebagai kota jasa dan perdagangan. Kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional mencapai 16,32 persen, sementara sektor perdagangan besar dan eceran berkontribusi 18,24 persen.

“Ini semakin menegaskan peran Jakarta sebagai kota jasa dan perdagangan,” tandas Yustinus.

Ia berharap JITEX berkembang menjadi forum multipihak yang tidak hanya mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha, tetapi juga membahas berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha di Jakarta.

Salah satunya terkait perizinan dan pelayanan pemerintah. Pemprov DKI akan mendorong pengukuran kualitas layanan melalui Service Level Agreement (SLA), termasuk memastikan kepastian waktu penyelesaian perizinan.

“Kita coba bikin best practice layanan prima, berapa hari, berapa jam yang bisa kita berikan kepada calon investor atau pelaku usaha sehingga mereka betul-betul merasakan kemudahan,” kata Yustinus.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya