Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Laba Bersih Bukit Asam Melonjak 217,61 Persen Jadi Rp2,65 Triliun

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 11:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan lonjakan laba bersih pada semester I-2026. 

Berdasarkan keterbukaan informasi pada 31 Agustus 2026, disebutkan bahwa laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,65 triliun, naik 217,61 persen dibandingkan Rp833,04 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan laba tersebut terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan yang lebih moderat. Pendapatan PTBA tercatat Rp22,03 triliun, meningkat 7,72 persen dari Rp20,45 triliun pada semester I-2025. 


Di sisi biaya, beban pokok pendapatan justru turun menjadi Rp17,78 triliun dari Rp18,21 triliun. Kondisi ini mendorong laba bruto emiten pertambangan batu bara atau perusahaan tambang batu bara milik negara itu, melonjak menjadi Rp4,25 triliun dari Rp2,25 triliun. 

Setelah memperhitungkan beban operasional, laba usaha PTBA mencapai Rp2,82 triliun, melesat dari Rp914,64 miliar pada semester I-2025.

Beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp1,17 triliun dari Rp1,01 triliun. Beban penjualan dan pemasaran juga naik menjadi Rp417,75 miliar dari Rp385,97 miliar.

Namun, kenaikan beban tersebut diimbangi peningkatan penghasilan lainnya menjadi Rp161,40 miliar dari Rp67,62 miliar. Penghasilan keuangan juga naik menjadi Rp108,58 miliar dari Rp102,49 miliar, sementara biaya keuangan turun menjadi Rp98,99 miliar dari Rp131,51 miliar. 

Tambahan dorongan datang dari bagian laba entitas asosiasi dan ventura bersama yang mencapai Rp438,30 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp209,86 miliar pada semester I-2025. 

Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar dan dilusian PTBA ikut meningkat menjadi Rp230 dari sebelumnya Rp72. 

Secara keseluruhan, kinerja semester I-2026 menunjukkan bahwa lonjakan laba PTBA bukan semata-mata berasal dari kenaikan pendapatan. Penurunan beban pokok pendapatan, peningkatan laba usaha, turunnya biaya keuangan, serta kenaikan bagian laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama turut memperkuat keuntungan perseroan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya