Berita

Ilustasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Gejolak Geopolitik Timur Tengah Tekan Bursa Eropa

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 07:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa ditutup melemah pada Senin 31 Agustus 2026 waktu setempat, akibat lonjakan harga minyak yang memicu kembali kekhawatiran inflasi. 

Eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama kenaikan harga minyak mentah dunia, yang sekaligus mengganggu jalur pasokan energi global dan meningkatkan ketidakpastian pasar.

Indeks utama Eropa kompak terkoreksi. Euro STOXX 50 turun 0,9 persen ke level 5.426, sementara STOXX Eropa 600 melemah 0,6 persen ke level 651. Meskipun ditutup merah, secara keseluruhan kedua indeks tersebut masih mencatatkan penguatan tipis sepanjang bulan Agustus masing-masing sebesar 1 persen dan 0,3 persen. 


Tekanan serupa juga dialami oleh bursa saham utama regional, di mana DAX Jerman merosot 1,2 persen ke level 26.282 dan menghentikan tren penguatan selama empat hari berturut-turut, sedangkan CAC 40 Prancis terkoreksi 0,8 persen ke level 8.334.

Kenaikan harga energi berdampak langsung pada akselerasi inflasi di sejumlah negara Eropa. Di Jerman, tingkat inflasi bulan Agustus naik menjadi 2,9 persen, memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan memperketat kebijakan moneter guna meredam tekanan harga. 

Situasi ini turut membebani sektor teknologi dan industri akibat kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi dan sentimen negatif dari pasar AS. Saham-saham di sektor infrastruktur AI dan pertahanan mengalami koreksi tajam, dipimpin oleh Siemens Energy yang merosot hingga 5 persen serta ASML dan Airbus yang turut melemah signifikan.

Tekanan jual juga merembet ke sektor barang mewah di Prancis akibat meningkatnya kehati-hatian investor di tengah gejolak geopolitik. Saham-saham jenama besar seperti LVMH, L’Oreal, dan Hermes kompak melemah sekitar 1 persen. 

Di sisi lain, lembaga pemeringkat Fitch Ratings mengonfirmasi peringkat utang Prancis pada level A+ dengan prospek stabil, meski tetap memperingatkan tantangan berat dari tingginya utang publik serta pertumbuhan ekonomi yang lambat. Di tengah dominasi zona merah, saham sektor energi justru mendulang keuntungan, di mana TotalEnergies naik 1,1 persen berkat ditopang oleh tingginya harga minyak mentah di pasaran.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya