Berita

Ilustrasi. (Foto: Morgan Stanley)

Hukum

Boncos Rp19 Miliar, Dua Korban Penipuan Investasi Bitcoin Tempuh Jalur Hukum

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 01:10 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Dua warga Bali menempuh jalur hukum dengan membuat laporan polisi terkait dugaan penipuan investasi aset kripto yang dialaminya dengan nilai kerugian kurang lebih Rp19 miliar atau setara dengan 14 keping Bitcoin.

Pihak terlapor dalam perkara ini yakni seorang Warga Negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial SBAH serta Warga Negara Indonesia berinisial BY terkait dugaan permasalahan investasi Bitcoin melalui sebuah platform.

Laporan tersebut pun telah diterima Polda Bali dengan nomor LP/B/745/VIII/2026/SPKT/POLDABALI. 


Kuasa hukum pelapor, Amilia’s International Lawfirms, Inta Amilia menjelaskan perkara ini bermula dari aktivitas investasi Bitcoin yang dilakukan para korban sejak tahun 2016. 

Awalnya, korban diarahkan untuk membeli Bitcoin lewat platform Eurobits, dengan keuntungan sekitar 1 persen per hari. Seiring berjalannya waktu, Bitcoin yang mereka beli tidak lagi dapat diakses lewat platform tersebut. 

“Hingga Agustus 2026, para korban menyatakan masih mengalami kendala dalam mengakses aset Bitcoin mereka yang menurut perhitungan saat ini berjumlah 14 keping Bitcoin,” kata Inta dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta pada Senin, 31 Agustus 2026.

Ia pun berharap pihak kepolisian dapat melakukan penyelidikan dalam perkara ini dengan membongkar dugaan penipuan ini secara tuntas.

“Kami menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada penyidik,” tegasnya.

Di sisi lain, Inta juga menduga korban dari dugaan penipuan ini lebih dari dua orang. Inta mendorong agar para korban juga segera membuat laporan polisi.

“Jika memang terdapat korban lain, kami mendorong mereka untuk tidak takut menyampaikan informasi kepada aparat penegak hukum,” pungkas Inta.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya