Berita

Anggota DPR Fraksi Partai Nasdem, Satori (Foto: RMOL)

Hukum

KPK Panggil Lagi Anggota DPR Satori dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR BI-OJK

SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 14:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Anggota Komisi VIII DPR, Satori, kembali dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa dalam kasus dugaan korupsi dana program sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Senin, 31 Agustus 2026, penyidik memanggil Satori untuk diperiksa sebagai saksi.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih KPK," kata Budi kepada wartawan, Senin siang, 31 Agustus 2026.


Namun, hingga pukul 14.00 WIB, Satori belum terlihat hadir di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Selain Satori, penyidik juga memanggil Muhamad Mumin, staf administrasi Komisi XI DPR, untuk diperiksa sebagai saksi.

KPK sebelumnya mengumumkan identitas dua tersangka dalam perkara ini pada Kamis, 7 Agustus 2025. Keduanya yakni Heri Gunawan (HG) alias Hergun, anggota DPR periode 2019-2024 dan 2024-2029 dari Partai Gerindra, serta Satori (ST), anggota DPR periode 2019-2024 dan 2024-2029 dari Partai Nasdem. Hingga kini, keduanya belum ditahan.

Dalam perkara tersebut, Hergun diduga menugaskan tenaga ahlinya, sementara Satori menugaskan orang kepercayaannya untuk membuat dan mengajukan proposal permohonan bantuan dana sosial kepada BI dan OJK. Pengajuan dilakukan melalui empat yayasan yang dikelola Rumah Aspirasi Hergun dan delapan yayasan yang dikelola Rumah Aspirasi Satori.

Selain kepada BI dan OJK, keduanya diduga mengajukan proposal bantuan dana sosial kepada mitra kerja Komisi XI DPR lainnya melalui yayasan yang mereka kelola.

Pada periode 2021-2023, yayasan-yayasan tersebut disebut telah menerima dana dari sejumlah mitra kerja. Namun, menurut KPK, dana tersebut tidak digunakan untuk melaksanakan kegiatan sosial sebagaimana tercantum dalam proposal pengajuan bantuan.

Dalam perkara ini, Hergun diduga menerima total Rp15,86 miliar. Dana tersebut terdiri atas Rp6,26 miliar dari BI melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), Rp7,64 miliar dari OJK melalui kegiatan Penyuluh Jasa Keuangan (PJK), serta Rp1,94 miliar dari mitra kerja lainnya.

KPK juga menduga Hergun melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan memindahkan dana yang diterima melalui yayasan ke rekening pribadi. Ia disebut meminta anak buahnya membuka rekening baru untuk menampung dana pencairan melalui setoran tunai.

Dana tersebut kemudian diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, antara lain pembangunan rumah makan, pengelolaan outlet minuman, pembelian tanah dan bangunan, serta kendaraan roda empat.

Sementara itu, Satori diduga menerima total Rp12,52 miliar. Dana tersebut terdiri atas Rp6,3 miliar dari BI melalui PSBI, Rp5,14 miliar dari OJK melalui kegiatan PJK, serta Rp1,04 miliar dari mitra kerja lainnya.

KPK juga menduga Satori melakukan TPPU dengan menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi, antara lain deposito, pembelian tanah, pembangunan showroom, pembelian kendaraan roda dua, serta pembelian aset lainnya.

Selain itu, Satori diduga melakukan rekayasa transaksi perbankan dengan meminta salah satu bank daerah menyamarkan penempatan dan pencairan deposito agar tidak teridentifikasi dalam rekening koran.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya