Profil Gus Kikin Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031 (Sumber: Instagram/gus.kikin)
Profil Gus Kikin Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031 (Sumber: Instagram/gus.kikin)
Terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU membuat sosok dan rekam jejaknya kembali menjadi perhatian. Ia bukan nama baru di lingkungan NU, terutama setelah sebelumnya aktif dalam kepengurusan NU di tingkat Jawa Timur hingga PBNU.
Sebelum ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin termasuk salah satu dari lima kandidat yang diajukan peserta Muktamar ke-35 NU. Empat kandidat lainnya yakni Zulfa Mustofa, Abdussalam Sochib atau Gus Salam, petahana Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, serta Abdul Ghofar Rozin.
Profil Gus Kikin
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin lahir dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum. Ia berasal dari keluarga ulama besar Nahdlatul Ulama.
Gus Kikin merupakan cucu Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung pendiri NU, Hadratus Syaikh KH M. Hasyim Asy'ari. Silsilah keluarganya juga terhubung dengan KH Anwar bin Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang, Jombang.
Latar belakang keluarga tersebut membuat Gus Kikin tumbuh dalam lingkungan pesantren dan tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama.
Riwayat Pendidikan Gus Kikin
Gus Kikin menempuh pendidikan formal di Jombang. Ia mengawali pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Jombang, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Jombang dan SMA Negeri 2 Jombang.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Gus Kikin melanjutkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Ia juga meraih gelar sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Terbuka.
Selain pendidikan formal, Gus Kikin memiliki latar belakang pendidikan pesantren. Ia pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang yang didirikan oleh ayahnya.
Gus Kikin kemudian melanjutkan pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang, yang didirikan oleh kakeknya.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng
Selain aktif dalam organisasi NU, Gus Kikin dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ia melanjutkan estafet kepemimpinan pesantren tersebut setelah almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.
Penunjukan Gus Kikin sebagai penerus kepemimpinan Tebuireng telah dipersiapkan sejak 2016 melalui musyawarah keluarga besar pesantren. Di bawah kepemimpinannya, jaringan Pondok Pesantren Tebuireng terus berkembang.
Saat ini, jaringan pesantren tersebut memiliki 15 cabang yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Riau, Jakarta, Maluku hingga Kalimantan Timur.
Gus Kikin, Kiai Entrepreneur
Gus Kikin tidak hanya dikenal melalui kiprahnya di dunia pesantren dan organisasi NU. Ia juga memiliki pengalaman di sektor bisnis dan dikenal sebagai kiai entrepreneur.
Gus Kikin merupakan pemilik PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan nasional yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi (migas). Ia juga dikenal sebagai pemilik stasiun televisi BBS TV.
Pengalaman di dunia bisnis tersebut menjadi salah satu latar belakang yang mendukung gagasannya mengenai penguatan ekonomi warga NU. Kemampuan di sektor korporasi juga dinilai dapat menjadi modal untuk mendorong kemandirian ekonomi warga Nahdliyin sekaligus mempercepat transformasi digital di lingkungan organisasi dan masyarakat NU.
Kiprah Gus Kikin di Organisasi NU
Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031, Gus Kikin telah memiliki pengalaman panjang dalam struktur organisasi NU. Pada periode 2008-2022, Gus Kikin menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Ia kemudian dipercaya menduduki posisi Ketua PBNU Bidang Ekonomi. Pengalaman tersebut memperkuat rekam jejak Gus Kikin dalam pengembangan ekonomi organisasi dan pemberdayaan warga NU.
Pada 2024, Gus Kikin terpilih sebagai Ketua PWNU Jawa Timur untuk masa khidmat 2024-2029. Pengalaman di tingkat wilayah hingga pusat tersebut menjadi bekal Gus Kikin sebelum akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode 2026-2031.
Gagasan Gus Kikin untuk PBNU 2026-2031
Dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin membawa sejumlah gagasan yang menjadi fokus kepemimpinannya. Salah satu gagasan utama adalah penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi.
Selain itu, Gus Kikin menekankan pentingnya penguatan adab serta sanad keilmuan dalam lingkungan Nahdlatul Ulama. Di bidang ekonomi, Gus Kikin mendorong pengembangan potensi ekonomi warga NU.
Gagasan tersebut sejalan dengan pengalamannya di sektor bisnis dan kiprahnya ketika dipercaya menangani bidang ekonomi di PBNU.
Populer
Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24
Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01
Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02
Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06
Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14
UPDATE
Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17
Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13
Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07
Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57
Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43
Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28
Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14
Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56
Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53
Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38