Berita

Banjir bandang Nepal (Foto: X)

Dunia

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Tembus 724 Orang, 2.498 Masih Hilang

MINGGU, 30 AGUSTUS 2026 | 16:10 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Korban tewas akibat banjir bandang yang menerjang wilayah Nepal bagian tengah terus bertambah.

Hingga Minggu, 30 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 724 jiwa, sementara 2.498 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Badan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nepal (NDRRMA) menyebut jenazah telah ditemukan di seluruh delapan distrik yang terdampak. 


"Sejauh ini, 259 jenazah telah ditemukan dari Chitwan, 184 dari Nawalparasi Timur, 82 dari Nawalparasi Barat, dan 58 dari distrik Gorkha," ungkap laporan tersebut.

Kemudian, 52 jenazah ditemukan di Nuwakot, 50 di Dhading, 36 di Tanahu, dan 13 di Rasuwa. Dari 2.498 orang yang masih hilang, 85 di antaranya merupakan personel keamanan dan 320 lainnya warga negara asing. 

Sementara itu, sebanyak 8.186 orang telah berhasil dievakuasi, termasuk 227 warga asing.

Bencana dahsyat tersebut terjadi setelah longsoran es dan batu menyusul runtuhnya gletser di dekat perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Gelombang air bercampur lumpur dan material longsoran menerjang wilayah di sepanjang aliran sungai, menyapu permukiman, merusak infrastruktur vital, serta menghancurkan sejumlah pembangkit listrik tenaga air.

Upaya pencarian dan evakuasi memasuki hari kelima, namun kondisi sejumlah korban menyulitkan proses identifikasi. 

Kantor Administrasi Distrik Chitwan menyatakan baru empat dari 233 jenazah yang ditemukan berhasil diidentifikasi. Sampel DNA kini diambil karena kondisi jenazah dalam keadaan membusuk dan tidak lagi dapat dikenali.

Di tengah operasi pencarian, lebih dari 143 warga yang sempat terjebak berhasil mencapai India dengan kereta api dan penerbangan. 

Dari total 404 wisatawan dan peziarah yang terdampak, sebanyak 60 orang masih belum dapat dilacak. Sebanyak 37 orang telah kembali ke Mumbai pada Sabtu malam, sementara 102 lainnya dijadwalkan tiba di Nagpur pada Minggu pagi.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya