Berita

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Magang Pengurus Kopdes Jadi Langkah Awal Perkuat Ekonomi Desa

MINGGU, 30 AGUSTUS 2026 | 11:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus menjadi ruang bersama, guna mengonsolidasikan seluruh potensi ekonomi desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Oleh karena itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar kegiatan magang pengurus KDKMP yang berlangsung selama delapan hari, yang saat ini resmi berakhir. 

Selama kegiatan, para peserta menimba ilmu langsung dari praktik, yang diterapkan di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur (Jatim).


“Para peserta membawa bekal pembelajaran nyata mengenai pengelolaan koperasi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan untuk diterapkan di daerah masing-masing,” kata Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari dalam acara Penutupan Magang Bagi Pengurus KDKMP Sektor Serba Usaha, di Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Sabtu malam, 29 Agustus 2026.

Pada waktu yang bersamaan, kegiatan penutupan program magang juga dilaksanakan di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ia menegaskan, fondasi penguatan KDKMP dimulai dari pengurus yang kompeten, adaptif, dan memiliki semangat kewirausahaan. “Keberhasilan kegiatan magang tidak hanya diukur dari kehadiran selama kegiatan berlangsung, melainkan dari langkah nyata yang lahir setelah peserta kembali ke daerah,” ujar Destry 

Pengetahuan, pengalaman, dan jejaring kerja yang diperoleh selama magang menjadi modal utama bagi para pengurus untuk memperkuat tata kelola dan kemampuan usaha koperasi. 

“Kolaborasi antara koperasi, Pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendukung turut membuka peluang yang lebih luas bagi kemajuan KDKMP di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Destry menekankan peran strategis para pengurus KDKMP sebagai ujung tombak dalam menghadirkan koperasi yang modern, produktif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. KDKMP yang berkembang sehat dan kuat secara otomatis akan memperkokoh fondasi perekonomian desa sekaligus memperluas manfaat bagi anggota dan masyarakat luas.

Diketahui, peserta magang merupakan pengurus KDKMP sebanyak 54 orang yang berasal dari 31 Provinsi di Seluruh Indonesia yang telah mendapatkan sertifikat pelatihan perkoperasian melalui LMS (Learning Management System) atau pelatihan dasar perkoperasian lainnya, operasional sudah berjalan dan diprioritaskan gedung sudah terbangun.

“Metodologi dan Materi Pelaksanaan Magang :pendekatan dua skema yaitu pembekalan materi dan studi kunjungan (study visit) dan praktik langsung (on the job training),” ungkapnya.

Sementara, materi pembelajaran mencakup, regulasi, strategi kebijakan, prinsip dan penerapan tata kelola koperasi yang baik. Koordinasi dan komunikasi antara pengurus dan pengelola koperasi. Transformasi jiwa kewirausahaan, kepemimpinan, serta identifikasi potensi dan inovasi usaha.

Kolaborasi, inkubasi, pengembangan circular business, dan ekosistem bisnis berkelanjutan. Pengelolaan keuangan dan strategi pembiayaan atau permodalan koperasi. Teknik penyusunan proposal bisnis, metode evaluasi, dan mitigasi risiko serta studi kunjungan dan praktik langsung pada unit-unit usaha koperasi.

“Kegiatan magang ini telah berakhir, namun perjalanan memajukan KDKMP baru saja dimulai. Terapkan pengalaman yang diperoleh, hadirkan inovasi, dan bangun koperasi yang kuat, modern, serta bermanfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan, Kepala Bidang Perkoperasian, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Lamongan Yusup Efendi menyampaikan, Lamongan menjadi daerah dengan jumlah KDKMP terbanyak yang telah terbangun secara fisik di Indonesia, yakni sebanyak 317 unit. 

“Dari jumlah tersebut, tahap pertama sebanyak 90 unit telah mulai beroperasi. Keberadaan KDKMP yang jumlahnya paling banyak di Lamongan membawa tantangan tersendiri,” katanya.

Terutama terkait kesiapan pengurus dalam menjalankan operasional koperasi. Di lapangan masih ditemui berbagai kendala, meskipun secara fisik bangunan koperasi telah berdiri.

Ditegaskan Yusup, meskipun masih terdapat hambatan, respon masyarakat terhadap keberadaan KDKMP sangat positif. Pada masa peluncuran awal, salah satu KDKMP di Lamongan mencatatkan omzet hingga Rp14 juta dalam satu hari penjualan. Barang yang paling banyak diburu masyarakat adalah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan elpiji.

“Ini membuktikan bahwa jika jalur logistik terjamin dan pengelolaan berjalan baik. Keberadaan KDKMP akan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Insya Allah kendala yang ada saat ini akan teratasi seiring berjalannya waktu dan semakin matangnya pengelolaan di tingkat desa,” ucapnya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya