Berita

Pengurus Pusat Pemuda Katolik menggelar Konferensi Nasional Cendekiawan dan Akademisi Pemuda Katolik 2026 di Hotel Sotis Kemang, Jakarta pada 29-30 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Pemuda Katolik Dorong Hilirisasi dan Ketahanan Energi Berbasis Ekologi Integral

MINGGU, 30 AGUSTUS 2026 | 05:34 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemerintah, akademisi, cendekiawan, dunia usaha, masyarakat sipil, harus dapat berkontribusi terhadap keberlangsungan energi nasional.

Demikian bahasan Pengurus Pusat Pemuda Katolik saat menggelar Konferensi Nasional Cendekiawan dan Akademisi Pemuda Katolik 2026 dengab tema "Sinergi Partisipasi Masyarakat dalam Akselerasi Hilirisasi dan Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045” di Hotel Sotis Kemang, Jakarta pada 29-30 Agustus 2026.

Ketua Steering Committee (SC), Bondan Wicaksono mengatakan, Konferensi Cendekiawan Jilid 2 ini membahas isu energi secara komprehensif, mulai dari pengelolaan energi dan pertobatan ekologis, ketahanan energi dan hilirisasi, demokratisasi energi, sampai dengan pembangunan ekosistem energi nasional yang berkelanjutan.


Sementara itu, Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menegaskan konferensi diarahkan untuk memperkuat peran cendekiawan dan ilmuwan Katolik dalam pembangunan nasional.

"Cendekiawan dan ilmuwan Katolik harus mampu menjembatani ilmu pengetahuan, etika, dan kepentingan publik,” ujar Gusma.

Para cendekiawan dan ilmuwan Katolik pun didorong menghasilkan riset yang mendukung pembangunan berkelanjutan dengan mengembangkan teknologi energi bersih dan terbarukan, serta berani menjadi suara kritis terhadap praktik pembangunan yang merusak lingkungan.

"Ilmu pengetahuan harus memberi solusi bagi ketahanan energi, tetapi pada saat yang sama memastikan keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan kepentingan generasi mendatang,” kata Gusma.

Hadir dalam diskusi, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu. Ia menekankan investasi sebagai instrumen penting guna mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.

“Hilirisasi sumber daya alam juga menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Todotua.

Kemudian, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat menekankan pentingnya pertobatan ekologis diperlukan untuk lingkungan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya