Berita

Ketua Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPI) KH M Cholil Nafis. (FotoL Istimewa)

Politik

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

MINGGU, 30 AGUSTUS 2026 | 04:16 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Manajemen pesantren sudah saatnya melakukan transformasi demi meningkatkan kesejahteraan para pengajar. 

Demikian dikatakan Ketua Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPI) KH M Cholil Nafis dalam talkshow yang diselenggarakan Baznas RI bersama Majelis Alumni IPNU di Pondok Pesantren Al Wahabiyah, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurut Kiai Cholil, pesantren sudah saatnya meninggalkan pola lama dan mulai menerapkan standar pengupahan yang layak bagi para guru, salah satunya dengan memberikan gaji di atas Upah Minimum Regional (UMR) beserta berbagai tunjangan pendukung.


Di hadapan para peserta, Kiai Cholil menceritakan pengalaman serta komitmen yang telah diterapkannya dalam mengelola pesantren yakni Pondok Pesantren Cendekia Amanah secara mandiri dan profesional.

Wakil Ketua Umum MUI ini menekankan bahwa profesionalisme pesantren harus dimulai dari pemuliaan terhadap para pendidiknya.

"Saya dorong itu, insya Allah guru tidak ada yang di bawah UMR,” kata Kiai Cholil.

Kiai Cholil menjelaskan, di Depok UMR sekitar Rp5,6 juta. Selain gaji standar UMR, ada juga subsidi atau bantuan tunjangan seperti di ASN, yakni tunjangan untuk istri dan anak, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga jaminan pensiun. Bahkan setiap tahun ada kenaikan berkala.

Meski menawarkan tingkat kesejahteraan dan fasilitas yang memadai, Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah Depok ini menjelaskan bahwa sistem seleksi penerimaan guru dilakukan secara ketat.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa peningkatan kesejahteraan berbanding lurus dengan kualitas dedikasi dan kapasitas keilmuan yang diberikan kepada para santri.

Selain kesejahteraan pendidik, Kiai Cholil juga menyoroti pentingnya menciptakan ekosistem pendidikan pesantren yang seimbang antara ilmu agama (salaf) dan ilmu modern (khalaf).

Dengan manajemen finansial yang tertata serta penguatan unit usaha mandiri, seperti pertanian hidroponik dan peternakan, sehingga pesantren tidak lagi harus bergantung pada sumbangan atau proposal bantuan, melainkan mampu membiayai operasional dan gaji pengajar secara berkelanjutan.

Melalui jaringan GAPI,  Kiai Cholil berharap pola tata kelola pesantren yang mandiri dan menghargai profesi guru ini dapat ditularkan ke berbagai pesantren di seluruh Indonesia. 

"Langkah ini menjadi kunci utama dalam memodernisasi pesantren agar mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggulan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional," kata Rais Syuriah PBNU ini, dikutip dari MUI Digital.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya