Berita

Latihan Super Garuda Shield (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube US Army)

Pertahanan

Super Garuda Shield 2026 Dimulai, 5.000 Prajurit dari Belasan Negara Latihan di Indonesia

SABTU, 29 AGUSTUS 2026 | 10:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sekitar 5.000 personel militer dari Indonesia, Amerika Serikat (AS), dan 13 negara mitra akan mengikuti Super Garuda Shield 2026 pada 31 Agustus hingga 11 September 2026.

Menurut laman resmi Kedutaan Besar AS di Jakarta, latihan akan digelar di sejumlah lokasi, di antaranya Bandung, Baturaja, dan Lampung.

Super Garuda Shield 2026 bertujuan memperkuat kemampuan pasukan negara peserta untuk bekerja sama sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai tantangan keamanan di kawasan. Latihan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan pertahanan Indonesia dan AS.


“Super Garuda Shield 2026 memberikan peluang luar biasa untuk pertukaran profesional yang memperkuat kemitraan kita melalui pembelajaran dan pelatihan bersama,” kata Kedutaan Besar AS di Jakarta dalam pernyataannya, dikutip Sabtu, 29 Agustus 2026.

Berbagai kegiatan akan digelar selama latihan, mulai dari pertukaran ahli, lokakarya pengembangan profesional, hingga latihan komando dan kendali. Peserta juga mengikuti latihan maritim yang melibatkan unsur angkatan laut dan penjaga pantai, serta latihan lapangan gabungan.

Rangkaian kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan interoperabilitas, yakni kemampuan pasukan dari berbagai negara untuk bekerja sama secara efektif dalam operasi militer.

Super Garuda Shield berawal dari Garuda Shield, latihan militer bilateral Indonesia-AS yang dimulai pada 2007. Latihan tersebut kemudian berkembang dengan melibatkan lebih banyak negara mitra.

Pada 2022, Garuda Shield berubah menjadi Super Garuda Shield dan berkembang menjadi latihan multilateral. Sejak saat itu, latihan digelar secara tahunan dengan materi yang semakin beragam, mencakup operasi gabungan di darat, laut, dan udara.

Perluasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama dan interoperabilitas militer antara Indonesia, AS, serta negara-negara mitra. 

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya