Berita

Ketua Muslimah Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya, Serly Oklianti. (Foto: Istimewa)

Politik

Pimpinan AMPB Dikecam Buntut Dugaan Tinggalkan Massa di Jalanan

SABTU, 29 AGUSTUS 2026 | 00:43 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI mendapat kecaman setelah pimpinan aksi disebut meninggalkan massa di tengah ketegangan dengan aparat.

Ketua Muslimah Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya, Serly Oklianti, menilai tindakan pimpinan AMPB yang akrab disapa Botok tersebut sebagai bentuk pengkhianatan moral terhadap masyarakat yang ikut dalam aksi.

Menurut Serly, pimpinan AMPB justru meninggalkan massa setelah kepentingan pribadi dan ruang audiensi di dalam gedung legislatif berhasil dicapai.


“Sangat ironis ketika sebuah aliansi yang mengatasnamakan kepedulian bangsa justru meninggalkan rakyatnya sendiri berhadapan dengan barikade aparat, sesaat setelah pintu negosiasi pribadi mereka terbuka. Ini adalah bentuk eksploitasi massa yang mencederai marwah gerakan moral,” kata Serly dalam pernyataan sikapnya dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.

Ia menyayangkan suara, tenaga, dan keresahan masyarakat yang dinilai digunakan sebagai batu loncatan demi kepentingan personal pimpinan AMPB.

Serly juga menyoroti keselamatan massa yang tetap berada di jalanan ketika situasi memanas. Masyarakat disebut hampir berbenturan secara fisik dengan aparat kepolisian, sementara pimpinan aksi berada di dalam gedung atau telah meninggalkan lokasi.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya manipulasi dengan mengatasnamakan perjuangan rakyat. Isu dan keresahan masyarakat, lanjut Serly, tidak seharusnya dijadikan kendaraan untuk mencapai kepentingan pribadi.

“Tragis dan memilukan. Ketika pintu negosiasi pribadi terbuka dan ambisi tercapai di balik meja nyaman, mereka tega memalingkan muka dan meninggalkan rakyatnya sendiri di jalanan beralaskan ketegangan menghadapi barikade aparat,” ujarnya.

Muslimah GPI Jakarta Raya mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap figur atau kelompok yang memobilisasi massa untuk kepentingan transaksi politik terselubung.

“Namun, kita tidak boleh terpecah. Mari rapatkan barisan, jaga persaudaraan sesama anak bangsa, dan jangan biarkan gerakan murni rakyat dikendalikan oleh para petualang politik bermuka dua,” pungkas Serly.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya