Berita

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Foto: istimewa)

Politik

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 21:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memaparkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) masa khidmah 2021-2026 dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Ahmad Tambakberas, Jombang, Jumat, 28 Agustus 2026.

Gus Yahya mengklaim kepengurusan PBNU masa khidmah 2021-2026 menjalankan amanah dengan berbagai keterbatasan, kelebihan, dan ketidaksempurnaan. Menurutnya, kepengurusan PBNU berusaha membaca perubahan zaman, mengambil sejumlah pilihan, dan menjalankan apa yang mampu dilakukan. 

“Ada yang berhasil, ada yang belum sempurna, ada yang masih membutuhkan waktu, dan ada yang mungkin terdapat keputusan-keputusan kami yang sebetulnya kelak dinilai perlu diperbaiki,” ungkapnya.


Atas berbagai kekurangan tersebut, Gus Yahya menyampaikan permohonan maaf sekaligus terima kasih kepada NU, warga NU, dan sejarah NU. 

Kendati begitu, Gus Yahya bersyukur LPJ PBNU masa khidmah 2021?"2026 telah diterima dengan baik secara aklamasi oleh para peserta Muktamar Ke-35 NU. 

Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar gugurnya kewajiban organisasi, melainkan cerminan kebersamaan, kepercayaan, dan keikhlasan yang dirawat sepanjang perjalanan lima tahun terakhir. 

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pengurus PBNU, jajaran PW, PC, PCI, hingga para kader di akar rumput,” ungkap Gus Yahya. 

Ia juga menyampaikan terima kasih atas keteguhan dan bimbingan para masyayikh, serta kerja keras yang tak kenal lelah demi menjaga kehormatan dan kemaslahatan jam’iyah. 

“Semoga seluruh peluh dan dedikasi ini dicatat sebagai amal yang penuh keberkahan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya