Berita

Jeremy Shawn Pranata (tengah) bersama kuasa hukum membuat laporan ke Polda Banten. (Foto: Istimewa)

Hukum

Diduga Gunakan AJB Palsu, Pemilik SHGB 1,5 Hektare Laporkan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Banten

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 20:35 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dugaan praktik mafia tanah kembali mencuat di Kabupaten Tangerang, Banten. Jeremy Shawn Pranata (JSP), ahli waris pemilik tanah seluas 1,5 hektare di Kosambi Timur, melaporkan seseorang berinisial A ke Polda Banten terkait dugaan penggunaan akta otentik palsu.

Tanah tersebut tercatat dalam SHGB Nomor 01114/Kosambi Timur atas nama Suannie Kurnia, ibu JSP. 

Status JSP sebagai ahli waris diperkuat Akta Keterangan Hak Mewaris Nomor 71/Not-IDR/I/2021 yang dibuat Notaris Ida Rosyidah, SH.


Penasihat hukum JSP, Gan Gan R.A., mengatakan laporan dibuat pada 27 Juli 2026 setelah dua kali somasi kepada terlapor tidak mendapat tanggapan.

“Laporan kami diterima dengan Nomor LP/B/323/VII/SPKT II Ditreskrimum/Polda Banten terkait dugaan menggunakan akta otentik palsu dan menggunakan akta otentik yang memuat keterangan palsu,” ujar Gan Gan kepada wartawan di Jakarta, Jumat 28 Agustus 2026.

Perkara ini berkaitan dengan AJB Nomor 702/2009 yang disebut digunakan terlapor untuk mengklaim kepemilikan tanah dalam gugatan di PTUN Serang pada 2021. 

Tim hukum JSP, Denis Kuswara, Gan Gan, dan Dimas Nadiyasa membantah kliennya pernah terjadi transaksi jual beli atas tanah tersebut.

Menurut Gan Gan, Notaris/PPAT Martianis, SH melalui surat Nomor 4/PPAT/I/2024 tertanggal 26 Januari 2024 disebut menyatakan tidak pernah mengeluarkan salinan AJB Nomor 702/2009 dan dokumen tersebut tidak terdaftar dalam buku PPAT.

JSP dan keluarganya mengaku mengalami kerugian materiil sekitar Rp22 miliar akibat persoalan tersebut. Mereka berharap aparat penegak hukum mengusut dugaan tindak pidana secara profesional dan transparan.

“Keadilan harus ditegakkan. Saya berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata JSP.

Sementara itu, Deri Kusuma, paman JSP sekaligus juru bicara pelapor, menduga perkara tersebut berkaitan dengan praktik mafia tanah yang lebih luas.

“Kami tidak akan mundur dan menyatakan perang total melawan mafia tanah,” tegas Deri.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya