Tasyakuran dan Sedekah Bumi di kawasan Candi Jolotundo, Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)
Tasyakuran dan Sedekah Bumi berlangsung di kawasan Candi Jolotundo, Mojokerto, Jawa Timur tepatnya di kediaman tokoh masyarakat sekaligus sesepuh Mbah Sampuri, Kamis malam, 27 Agustus 2026.
Gelaran doa bersama yang sarat makna itu menjadi bagian dari ungkapan syukur atas HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam suasana khidmat, Pendiri Komunitas Guyup Rukun Sak Paran (GR-SP) Ki Amatno menggelar tasyakuran bersama masyarakat. Mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk mengenang leluhur sekaligus melestarikan budaya.
“Mudah-mudahan syukuran dan sedekah bumi ini bisa kita jadikan upaya menjaga budaya leluhur dan jati diri bangsa agar tetap lestari,” ujar Ki Amatno, dikutip Jumat 28 Agustus 2026.
Selain tasyakuran, Ki Amatno bersama masyarakat juga membagikan sembako kepada warga sekitar. Kegiatan itu sekaligus memperluas manfaat syukuran bagi masyarakat.
Di tengah kekhidmatan doa bersama, Ki Amatno menyerukan doa untuk Presiden Prabowo Subianto bersama masyarakat Petirtaan Jolotundo.
Seruan dalam doa itu menjadi bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar Presiden Prabowo menjalankan pemerintahan dengan lancar, mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan, memberi keadilan bagi masyarakat kecil, serta menjalankan pemerintahan yang bebas dari korupsi.
"Kami berharap Presiden menjalankan kepemimpinannya dengan lancar, membawa kedamaian bagi bangsa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, menjalankan program yang berpihak kepada masyarakat kecil, dan memberantas korupsi,” kata Ki Amatno.
Ki Amatno berharap seluruh program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat kecil berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata.
Ia juga berharap Presiden Prabowo Subianto menjalankan pemerintahan dengan baik sampai akhir masa jabatan pada 2029.
“Semoga Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto, menjalankan pemerintahan sebaik-baiknya, mendapat perlindungan dan rida Allah Tuhan Yang Maha Kuasa hingga akhir masa jabatan pada 2029,” harap Ki Amatno.
Salah seorang warga, Mahmud, ikut mengapresiasi tasyakuran tersebut. Menurutnya, tradisi seperti ini perlu terus digelar karena tidak hanya menjadi wadah untuk bersyukur, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga.
“Kami mengucapkan terima kasih. Kami berharap warga terus menggelar acara seperti ini. Selain bersyukur, kami bisa bersilaturahmi dan saling mendoakan,” kata Mahmud.