Berita

Mantan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Politik

Budi Arie: Jangan Salah Baca Gejolak Rakyat, Kita Punya Pengalaman 1998

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 20:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah diminta tidak keliru membaca gejolak yang mulai muncul di tengah masyarakat. 

Mantan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengingatkan Indonesia pernah melewati gejolak politik besar pada periode 1997-1999, sehingga setiap perubahan dinamika masyarakat perlu direspons secara cermat dan dingin.

Pernyataan itu disampaikan Budi Arie dalam rangka menjelaskan pernyataannya yang viral mengenai kemungkinan situasi politik bergerak lebih cepat dari Pemilu 2029.


Budi Arie mengatakan munculnya gerakan mahasiswa dan masyarakat merupakan fenomena yang perlu dicermati pemerintah. Ia menilai persoalannya bukan pada keberadaan aspirasi tersebut, melainkan bagaimana pemerintah meresponsnya.

“Ada kegelisahan soal dinamika masyarakat. Ada trend baru gerakan mahasiswa, gerakan masyarakat. Ini harus kita kelola. Ini fenomena baru. Anomali gitu,” kata Budi Arie dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Jumat, 28 Agustus 2026. 

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk menyampaikan hak dan aspirasinya justru merupakan bagian dari demokrasi. Karena itu, pemerintah harus mampu memberikan respons yang tepat agar penyelesaian persoalan tidak berubah menjadi masalah baru.

“Jangan memberi respon yang malah kontraproduktif bagi penyelesaian dan solusi permasalahan itu sendiri,” ujarnya.

Budi Arie kemudian mengingatkan pengalaman Indonesia pada periode 1997-1999. Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi pelajaran agar dinamika politik dan sosial saat ini tidak dihadapi secara gegabah.

“Saya cuma ingatkan kepada kawan-kawan semua, kita pernah punya pengalaman loh tahun 1997-1999. Sehingga kita harus menantikan situasi ini dengan cermat dan dingin,” katanya.

Ia menegaskan, pandangannya mengenai kemungkinan perubahan situasi politik bukan merupakan ajakan untuk mempercepat Pemilu 2029. Budi Arie menyebut dirinya hanya menyampaikan analisa atas berbagai kemungkinan yang dapat terjadi dalam politik.

“Bukan ajakan, analisa. Beda kan? Saya enggak berusaha mengencourage atau mengajak,” tegasnya.

Karena itu, Budi Arie menekankan pentingnya menjaga demokrasi dan konstitusi sebagai jalur penyelesaian berbagai persoalan sosial politik.

“Rakyat kalau ada masalah pasti mengeluh. Tugas pemerintah adalah menjawab dan melayani keluhan-keluhan rakyat tersebut,” pungkasnya.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya